Dua Guru Madrasah Raih Rekor MURI Melalui Karya Literasi di Kancah Nasional dan ASEAN

Medan (Humas) – Dua guru madrasah asal Sumatera Utara kembali mengukir prestasi membanggakan melalui kegiatan literasi berskala nasional dan ASEAN. Magdalena Lubis, S.Pd dan Surya Sudariyanto, S.Pd, yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, tercatat sebagai bagian dari para penulis dalam proyek literasi yang meraih Rekor MURI dengan jumlah penulis terbanyak. Keduanya bertugas sebagai guru DPK, masing-masing di MTsS Nahdlatul Ulama (NU) Kota Medan dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Binjai.

Magdalena Lubis menjelaskan bahwa karya-karya sastra mereka selama ini aktif diterima dalam berbagai kegiatan antologi yang digagas oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) di bawah pimpinan Datok Sri Asrizal Nur. “Sejak tahun 2014, Rumah Seni Asnur selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan seni dan literasi, baik tingkat nasional maupun ASEAN. Kami bersyukur karya kami selalu lolos dalam seleksi antologi puisi maupun sastra yang mereka adakan,” ujar Magdalena.

Pada tahun 2025, PERRUAS kembali menyelenggarakan proyek Antologi Puisi Etnik Nusantara, yang mengangkat tema budaya, legenda, tradisi, adat, dan tokoh etnik dari berbagai negara peserta. Pendaftaran dibuka mulai 5 Februari hingga 10 April 2025, disertai pelatihan menulis puisi dan pendampingan kreatif. “Dalam antologi ini, kami diminta mengeksplorasi nilai-nilai budaya lokal dan mengangkat kearifan etnik untuk dikenalkan di kancah ASEAN,” jelas Magdalena mengutip pernyataan Asrizal Nur dari perruas.com.

Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara akhirnya mencatat Rekor MURI sebagai antologi dengan jumlah penulis terbanyak, yakni 1.400 penulis dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. “Ini capaian luar biasa. Kami bangga bisa menjadi bagian dari sejarah literasi ASEAN,” ungkap Magdalena.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. “Atas nama Kementerian Agama Kota Medan, saya merasa bangga dan bersyukur. Prestasi Magdalena Lubis dan Surya Sudariyanto adalah bukti bahwa guru madrasah mampu bersaing dan berkarya di level ASEAN. Ini motivasi bagi kita semua untuk terus berprestasi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa guru hari ini dituntut untuk terus berkembang. “Profesi guru tidak hanya mengajar. Guru adalah pendidik, peneliti, dan agen perubahan. Literasi adalah bagian dari profesionalisme guru, dan madrasah sangat membutuhkan budaya menulis yang kuat,” ujarnya.

Magdalena juga memaparkan bahwa hingga kini ia telah menghasilkan 35 buku sastra sejak 2018. “Satu buku tunggal berjudul ‘Jungkir Balik Musim’ dan 34 lainnya merupakan buku antologi. Saya bersyukur bisa konsisten berkarya,” ujarnya. Tahun ini menjadi penghargaan MURI kelimanya sejak 2020.

Adapun Surya Sudariyanto menyampaikan bahwa Rekor MURI tahun 2025 merupakan pencapaian keduanya. “Saya mulai aktif bersama PERRUAS sejak 2020. Alhamdulillah tahun 2022 karya saya masuk dalam antologi Gurindam Kalbu ASEAN, dan tahun ini kembali mencatat rekor di Antologi Puisi Etnik Nusantara,” ungkapnya.

Magdalena menambahkan bahwa sertifikat MURI telah diterima pimpinan PERRUAS di Jakarta dan buku antologi tersebut akan dilaunching pada Desember 2025 di Provinsi Jambi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung. “Terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Medan atas dukungannya, kepada PERRUAS yang selalu memberi ruang berkarya, kepada Surya Sudariyanto sebagai partner diskusi, dan kepada putra saya Firaas Alfarisi yang ikut berkontribusi dalam buku ini,” tuturnya.

Tiga karya etnik Mandailing yang mereka tulis dalam antologi tersebut adalah “Gondang Dohot Holong” (Magdalena Lubis), “Mangupa Upa” (Surya Sudariyanto), dan “Mangulosi” (Firaas Alfarisi Putra Surya).

Di kesempatan terpisah, keduanya menyampaikan pesan bagi para guru Indonesia. “Kami mengajak seluruh guru untuk tetap semangat dalam berliterasi, mencerdaskan generasi bangsa, dan menyongsong generasi emas Indonesia 2045. Selamat Hari Guru Nasional 2025: Guru Hebat, Indonesia Kuat,” tegas mereka bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *