Medan (Humas) — Dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektivitas penyuluhan keagamaan di wilayah Kecamatan Medan Baru, Kepala KUA Kecamatan Medan Baru, Julhaidir Sembiring, menginisiasi pembentukan program penyuluhan dan pembinaan khusus bagi para penyuluh agama yang aktif di berbagai majelis taklim. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi, profesionalitas, dan peran penyuluh agama dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Kegiatan yang digelar dihadiri oleh perwakilan 15 majelis taklim, serta para penyuluh agama yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan penyuluhan, di antaranya Rahmat Siregar, Damri Tambunan, Sibawaihi, Syahmuda Nasution, Isa Anshori, dan Rizky Pristiandi.
Dalam sambutannya, Julhaidir Sembiring menekankan pentingnya keberadaan penyuluh sebagai ujung tombak dakwah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyuluh harus terus meningkatkan kapasitas diri agar penyampaian materi keagamaan semakin relevan, menarik, dan mampu memperkuat keimanan jamaah majelis taklim.
“Penyuluh adalah agen perubahan yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, pembinaan ini penting untuk memastikan mereka memiliki bekal keilmuan dan keterampilan yang memadai. Kami ingin penyuluhan di majelis taklim benar-benar menjadi ruang pembelajaran yang membangun karakter dan memperkuat pemahaman agama,” ujar Julhaidir.
Program ini tidak hanya memberikan pendalaman materi keagamaan, tetapi juga membahas teknik penyampaian yang efektif, penguatan literasi keislaman, hingga strategi dakwah yang sesuai dengan kebutuhan jamaah masa kini. Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan mampu menghadirkan pengajian yang lebih dinamis, dialogis, serta memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Selain itu, pembinaan ini juga menjadi wadah bagi para penyuluh untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan metode penyuluhan yang lebih inovatif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara penyuluh, KUA, dan majelis taklim sehingga dakwah di Kecamatan Medan Baru semakin berkembang dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap program ini menjadi awal dari pembinaan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kualitas dakwah di Medan Baru. Semakin baik penyuluh, semakin kuat pula syiar Islam di tengah masyarakat,” tambah Julhaidir.
Dengan terbentuknya program penyuluhan dan pembinaan ini, KUA Medan Baru berharap penyuluh dapat menjalankan tugasnya secara optimal, profesional, dan penuh dedikasi. Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat dakwah, meningkatkan kualitas majelis taklim, serta menghadirkan penyuluhan agama yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

