Kuatkan Akhlak dan Ibadah, Penyuluh Medan Petisah Bimbing Warga Binaan Lapas Anak

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Medan Petisah, Nurlely, M.Sos dan Heriansyah Harahap, M.Ag, kembali melaksanakan tugas pembinaan keagamaan melalui kegiatan penyuluhan rutin di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Kota Medan. Selasa (2/12/2025)

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para warga binaan dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan serta motivasi. Para penyuluh menyampaikan materi bertema “Memahami Makna dan Bacaan Shalat”, yang menjadi topik penting dalam upaya menumbuhkan kesadaran spiritual serta memperkuat pemahaman keagamaan bagi para peserta.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh menegaskan bahwa shalat tidak hanya merupakan ibadah wajib, tetapi juga sarana untuk memperbaiki diri, menenangkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Shalat juga dipaparkan sebagai benteng dari perbuatan yang tidak baik serta pondasi untuk membentuk akhlak yang lebih mulia.

“Kami berharap melalui pemahaman makna shalat, para adik-adik warga binaan dapat menemukan ketenangan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Nurlely saat memberikan pembinaan.

Penyuluh lainnya, Heriansyah Harahap turut menambahkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karakter.

“Shalat adalah pondasi. Jika ibadahnya baik, insyaAllah sikap dan perilaku juga akan lebih terarah. Kami ingin membangkitkan semangat baru agar mereka percaya bahwa setiap orang punya kesempatan berubah,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membuat peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman. Banyak warga binaan yang merasa termotivasi dan berkomitmen untuk lebih disiplin menjalankan shalat lima waktu.

Pihak Lapas Khusus Anak Kota Medan menyampaikan apresiasi atas kontribusi penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah yang secara konsisten memberikan pembinaan keagamaan.

“Pembinaan seperti ini sangat membantu kami dalam membentuk mental dan akhlak anak-anak binaan. Kami berharap kerja sama ini terus berjalan,” ujar salah satu perwakilan pihak Lapas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan mampu membangun karakter yang lebih baik, menjadikan shalat sebagai pedoman hidup, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang siap kembali ke masyarakat dengan akhlak yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *