Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama di Pusat Rehabilitasi Korban NAPZA Kiki Alam Jaya yang beralamat di Jalan Seroja Raya/Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin bagi warga binaan rehabilitasi.
Dalam kegiatan tersebut, Paidi menyampaikan materi tentang Al-Qur’an sebagai obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Materi tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 82 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai penyembuh dan rahmat bagi kaum mukmin. Peserta penyuluhan tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dan aktif menyimak setiap penjelasan.
Paidi menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga mampu memberikan ketenangan jiwa bagi siapa saja yang mendekatkan diri kepadanya. Menurutnya,
“Pelajarilah Al-Qur’an, bacalah Al-Qur’an, dan amalkanlah Al-Qur’an dalam kehidupan kita. Maka Al-Qur’an akan menjadi obat dan rahmat bagi yang membacanya serta memberikan ketenangan dalam menjalani kehidupan,” ujar Paidi di hadapan para peserta rehabilitasi.
Lebih lanjut, Paidi menerangkan bahwa terdapat beberapa tahapan agar seseorang dapat merasakan manfaat Al-Qur’an sebagai penyembuh jiwa. Pertama, mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan penuh perhatian. Kedua, membaca Al-Qur’an secara rutin. Ketiga, mempelajari makna dan kandungan ayat-ayatnya. Keempat, mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tahapan tersebut, seseorang akan semakin dekat dengan Allah SWT dan memperoleh keberkahan dalam hidupnya.
“Ketika kita mampu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, maka Al-Qur’an akan menjadi rahmat, pelindung, dan petunjuk bagi orang-orang yang menjaganya. Inilah salah satu jalan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Sebagai penutup, Paidi mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai teman terbaik dalam proses pemulihan diri. Dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, diharapkan tumbuh semangat baru, keteguhan iman, serta kemampuan untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan di Pusat Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan penyembuh jiwa, penawar berbagai kegelisahan, serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dengan mendengarkan, membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, seseorang dapat memperoleh ketenangan hati serta petunjuk dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.(Paidi).

