Medan (Humas) — Doa menjadi bagian penting dalam kehidupan umat beriman karena melalui doa seseorang membangun hubungan dengan Tuhan sekaligus menyampaikan pergumulan dan harapannya. Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Lansia Oikumene Primbana yang berkolaborasi dengan Bimas Kristen Kemenag Kota Medan di Jalan Melati Raya No. 55, Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta tersebut menghadirkan Deken dari Gereja GBKP sebagai pengkhotbah dengan Firman Tuhan dari Matius 15:1-7 dan mengangkat tema “Hal Berdoa”. Kehadiran para lansia dalam kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat kehidupan rohani sekaligus membangun kebersamaan dalam pelayanan.
Dalam khotbahnya, Deken mengajak para peserta untuk memahami doa bukan sekadar sebagai rangkaian kata, tetapi sebagai bentuk komunikasi dan kedekatan umat dengan Tuhan. Ia menekankan bahwa kehidupan doa perlu dibangun dengan ketulusan hati serta tidak hanya dilakukan ketika seseorang menghadapi persoalan. “Berdoa bukan hanya ketika kita membutuhkan sesuatu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan kita untuk terus berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Deken. Selain itu, peserta diajak untuk menjadikan doa sebagai kekuatan dalam menjalani kehidupan serta menghadapi berbagai keadaan dengan tetap mengandalkan Tuhan.
Mengacu pada Firman Tuhan dalam Matius 15:1-7, Deken juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan keagamaan yang tampak dari luar dan ketulusan hati dalam menjalankannya. Menurutnya, kehidupan iman tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kebiasaan atau aktivitas keagamaan, tetapi harus tercermin melalui sikap dan perbuatan sehari-hari. “Tuhan melihat hati kita, karena itu kehidupan doa harus lahir dari hati yang sungguh-sungguh dan bukan hanya menjadi kebiasaan,” katanya. Sementara itu, peserta didorong untuk terus menjaga kehidupan doa agar iman tetap bertumbuh dan nilai-nilai kasih dapat diwujudkan dalam kehidupan bersama.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan presentasi visi pelayanan yang disampaikan oleh Verawati Butar Butar, M.Pd., dari Bimas Kristen Kemenag Kota Medan. Dalam penyampaiannya, Verawati menekankan pentingnya kebersamaan dan keterlibatan para lansia dalam mendukung pelayanan serta membangun kehidupan rohani yang semakin kuat. “Kami berharap melalui kebersamaan ini, para lansia dapat terus menjadi bagian penting dalam pelayanan dan memberikan semangat bagi sesama untuk bertumbuh dalam iman,” ungkap Verawati. Senada dengan hal itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat kolaborasi antara Bimas Kristen Kemenag Kota Medan dan komunitas Lansia Oikumene Primbana.
Selain pembahasan Firman Tuhan dan presentasi visi pelayanan, kegiatan dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting, S.Th., dari Bimas Kristen Kemenag Kota Medan. Doa syafaat menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk pengharapan dan dukungan doa bagi kehidupan pribadi, keluarga, pelayanan, serta berbagai kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Raden Eliay Yuliana bertugas sebagai moderator yang mengatur jalannya kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan tertib. Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Kegiatan Lansia Oikumene Primbana bersama Bimas Kristen Kemenag Kota Medan diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kehidupan spiritual para peserta melalui pembinaan dan kebersamaan. Pesan tentang pentingnya doa diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kolaborasi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat secara berkelanjutan. Melalui kehidupan doa dan kebersamaan yang terus dipelihara, para peserta diharapkan semakin teguh dalam menjalani kehidupan dan pelayanan.

