Medan (Humas) — Sikap tinggi hati, sombong, congkak, dan angkuh merupakan perilaku yang dapat menjauhkan seseorang dari kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan keagamaan di Panti Asuhan Menara Kasih, Jalan Sei Batu Gingging Gg. Melintang Pasar X No. 7 B, Kecamatan Medan Baru, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Asima Manik, S.Pd.K., sebagai pengkhotbah dengan mengangkat tema “Tinggi Hati, Sombong, Congkak dan Angkuh adalah Dosa” berdasarkan Firman Tuhan dalam Amsal 6:16-18. Kehadiran sejumlah pelayan dan peserta menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan iman serta membangun karakter yang rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian Firman Tuhan, Asima Manik menjelaskan bahwa kesombongan dapat muncul melalui sikap yang merasa diri lebih baik daripada orang lain. Menurutnya, manusia perlu menjaga hati agar tidak terjebak dalam perilaku tinggi hati yang dapat merusak hubungan dengan sesama maupun dengan Tuhan. “Tuhan tidak menghendaki kita menjadi pribadi yang tinggi hati, sombong, congkak, dan angkuh, karena semua sikap tersebut dapat membawa kita kepada dosa,” ujar Asima Manik. Selain itu, peserta diajak untuk membangun sikap rendah hati dengan menghargai orang lain dan menyadari bahwa setiap kelebihan yang dimiliki merupakan bagian dari anugerah Tuhan.
Lebih lanjut, Asima Manik mengajak peserta untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dalam mengenali dan menghindari berbagai sikap yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia menyampaikan bahwa kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri, melainkan mampu menempatkan diri dengan benar serta menghargai keberadaan orang lain. “Kita harus belajar mengoreksi diri dan menjaga hati, supaya apa yang kita lakukan tidak didasari oleh kesombongan, tetapi oleh kasih dan kerendahan hati,” katanya. Sementara itu, pesan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, panti asuhan, maupun dalam pergaulan bersama.
Rangkaian kegiatan turut didukung oleh sejumlah pelayan yang mengambil bagian dalam setiap tahapan acara. Rohana Simamora, S.Th., bertugas sebagai pembawa acara, sedangkan doa syafaat dipimpin oleh Rahmat Napitupulu, S.Th., dan musik pelayanan diisi oleh Sedra Tarigan, S.Th. “Setiap bagian dalam pelayanan ini memiliki peran untuk mendukung agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan menjadi berkat bagi kita semua,” ungkap salah satu pelayan dalam kegiatan tersebut. Senada dengan hal itu, keterlibatan para pelayan menunjukkan adanya kebersamaan dalam mendukung pembinaan iman bagi peserta.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Maulina Manik, S.Pd.K., Demak Hasibuan, S.Th., T.N. Mandalahi, S.Th., dan Mahla Tarigan, S.Th. Kehadiran para pelayan turut memperkuat suasana kebersamaan dalam kegiatan pembinaan yang berlangsung di Panti Asuhan Menara Kasih. Selain itu, interaksi dan kebersamaan yang terbangun menjadi ruang untuk saling menguatkan dalam menjalankan kehidupan pelayanan. Sementara itu, pesan tentang pentingnya menjaga hati dari kesombongan menjadi salah satu penekanan utama yang diharapkan dapat terus diingat dan diterapkan oleh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami bahwa kerendahan hati merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan iman yang baik. Firman Tuhan dalam Amsal 6:16-18 menjadi pengingat agar setiap pribadi mampu mengenali berbagai sikap yang tidak berkenan kepada Tuhan. Selain itu, pembinaan keagamaan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan kehidupan spiritual peserta. Dengan menjaga hati, menjauhi kesombongan, serta membangun sikap saling menghargai, peserta diharapkan dapat menjadi pribadi yang semakin bertumbuh dalam iman dan kehidupan bersama.

