Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan memberikan pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) kepada pasien dan keluarga di Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan A.H. Nasution, Medan, Selasa (6/10/2026). Pelayanan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Kristen dalam memberikan pendampingan keagamaan, penguatan iman, penghiburan, dan pengharapan kepada masyarakat yang sedang menghadapi sakit dan pergumulan.
Pelayanan dilaksanakan oleh Mateus Brian Purba, S.Th., bersama Tim Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan. Kehadiran tim di rumah sakit menjadi wujud kepedulian terhadap pasien dan keluarga yang tengah menjalani proses perawatan. Melalui pelayanan tersebut, penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga hadir untuk mendengarkan, memberikan perhatian, mendoakan, serta menguatkan mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Dalam pelayanan Bimroh tersebut, firman Tuhan disampaikan berdasarkan Kisah Para Rasul 28:8–9 (TB), yang mengisahkan ketika Rasul Paulus mengunjungi ayah Publius yang sedang sakit. Paulus berdoa dan menumpangkan tangan kepadanya hingga kemudian mengalami kesembuhan. Setelah peristiwa tersebut, orang-orang sakit lainnya juga datang dan memperoleh pelayanan.
Firman Tuhan tersebut menjadi bahan penguatan bagi pasien dan keluarga bahwa di tengah kondisi sakit dan keterbatasan manusia, iman dan pengharapan kepada Tuhan tetap memiliki tempat penting. Kisah Rasul Paulus juga menunjukkan bahwa kepedulian kepada orang yang sedang sakit merupakan bagian dari pelayanan dan kasih kepada sesama.
Mateus Brian Purba menyampaikan bahwa pelayanan rohani di rumah sakit bukan sekadar kunjungan, tetapi merupakan bentuk kehadiran untuk mendampingi pasien dan keluarga dalam menghadapi pergumulan. Menurutnya, kondisi sakit tidak hanya membutuhkan penanganan secara medis, tetapi juga membutuhkan kekuatan hati dan dukungan spiritual.
“Ketika seseorang sedang sakit, yang dibutuhkan bukan hanya pengobatan secara medis, tetapi juga kekuatan hati dan pengharapan. Karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan rohani, mendoakan, dan mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang sedang menghadapi pergumulan,” ujarnya.
Ia mengatakan, melalui kisah dalam Kisah Para Rasul 28:8–9, pasien dan keluarga diajak untuk tetap percaya dan memiliki pengharapan kepada Tuhan. Kesembuhan merupakan bagian dari pertolongan Tuhan, sementara manusia tetap dipanggil untuk berdoa, berusaha, dan menjalani setiap proses dengan iman serta kesabaran.
Dalam pelaksanaannya, pelayanan Bimroh dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan. Tim Penyuluh Agama Kristen memberikan perhatian kepada pasien dan keluarga, mendengarkan berbagai pergumulan yang disampaikan, serta memberikan penguatan sesuai dengan kondisi yang sedang mereka hadapi.
Doa menjadi bagian penting dalam pendampingan tersebut. Pasien dan keluarga diajak untuk menyerahkan kekhawatiran, ketakutan, proses pengobatan, dan harapan akan kesembuhan ke dalam tangan Tuhan. Keluarga juga diingatkan agar terus memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sedang sakit karena perhatian, doa, dan kata-kata penguatan dapat menjadi sumber semangat selama menjalani perawatan.
Pelayanan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh pengharapan. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen di tengah pasien dan keluarga diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus menguatkan mereka agar tetap memiliki semangat dalam menjalani proses pengobatan.
Kisah pelayanan Rasul Paulus kepada orang yang sakit menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut. Pelayanan itu mengingatkan bahwa kepedulian terhadap mereka yang sedang mengalami penderitaan merupakan wujud kasih kepada sesama. Semangat tersebut pula yang terus dihadirkan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan melalui pelayanan Bimbingan Rohani di berbagai tempat, termasuk rumah sakit.
Melalui pelayanan Bimroh, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, penuh kasih, dan menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat secara langsung. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga membantu pasien dan keluarga menemukan ketenangan serta mempertahankan pengharapan di tengah proses perawatan.
Kehadiran penyuluh di rumah sakit menjadi pengingat bahwa pelayanan keagamaan dapat hadir di berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika seseorang sedang menghadapi sakit dan pergumulan. Melalui doa, perhatian, dan penguatan iman, pasien dan keluarga diajak untuk tetap percaya bahwa Tuhan senantiasa hadir, memberikan kekuatan, dan menyertai setiap proses yang dijalani.

