Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Berikan Penguatan Rohani bagi Warga Binaan Polsek Medan Timur

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan kembali memberikan pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) kepada warga binaan di Polsek Medan Timur, Rabu (7/10/2026). Pelayanan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memberikan penguatan iman, penghiburan, dan pengharapan sekaligus mendorong warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Pelayanan rohani berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan antusias. Melalui kegiatan tersebut, mereka diajak untuk tidak memandang masa pembinaan semata-mata sebagai masa yang sulit, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi, belajar dari pengalaman, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam pelayanan tersebut, Firman Tuhan disampaikan oleh Mateus Brian Purba, S.Th., berdasarkan Efesus 2:10 (TB): “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Firman tersebut menjadi dasar penguatan bagi warga binaan bahwa setiap manusia merupakan ciptaan Allah yang memiliki nilai dan tujuan dalam kehidupan. Kondisi seseorang pada masa sekarang tidak harus menjadi penentu seluruh perjalanan hidupnya. Setiap pribadi tetap memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam khotbahnya, Mateus mengajak warga binaan untuk tidak terus terjebak dalam kesalahan masa lalu. Menurutnya, masa pembinaan dapat dimanfaatkan untuk melihat kembali perjalanan hidup, mengambil pelajaran dari kesalahan, serta membangun komitmen untuk melakukan perubahan.

“Jangan berpikir bahwa karena kita pernah melakukan kesalahan, maka hidup kita sudah selesai. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah buatan Allah dan diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Artinya, masih ada kesempatan bagi kita untuk berubah dan melakukan sesuatu yang baik dalam kehidupan,” ujar Mateus.

Ia menjelaskan bahwa perubahan dan pekerjaan baik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, menghormati orang lain, mampu mengendalikan emosi, bertanggung jawab, mengampuni, serta berusaha menjaga hubungan yang baik dengan keluarga.

“Pekerjaan baik dimulai dari kehidupan sehari-hari. Ketika kita belajar mengendalikan diri, berkata benar, menghormati sesama, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, itu merupakan bagian dari perubahan hidup yang Tuhan kehendaki,” tambahnya.

Mateus juga mengingatkan bahwa masa pembinaan merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum kembali kepada keluarga dan masyarakat. Menurutnya, masa lalu dapat menjadi bahan pembelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik, bukan alasan untuk kehilangan harapan.

“Jangan kehilangan harapan. Gunakan masa ini untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Tuhan, memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan mempersiapkan diri ketika nanti kembali ke tengah masyarakat,” pesannya.

Rangkaian pelayanan diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Debora Br. Pandia, S.Th. Pujian menjadi bagian dari ibadah untuk membangun suasana kebersamaan sekaligus mempersiapkan hati para peserta sebelum mendengarkan Firman Tuhan. Setelah penyampaian Firman, kegiatan dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Melati Tambun, S.Pd.

Dalam doa syafaat tersebut, doa dipanjatkan bagi warga binaan agar diberikan kekuatan, kesehatan, ketenangan, dan keteguhan hati dalam menjalani proses pembinaan. Doa juga disampaikan bagi keluarga warga binaan serta jajaran Polsek Medan Timur agar senantiasa diberikan hikmat, kesehatan, kekuatan, dan penyertaan Tuhan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Selain ibadah bersama, pelayanan Bimroh juga menjadi ruang pendampingan bagi warga binaan untuk memperoleh perhatian dan penguatan dalam menghadapi berbagai pergumulan. Pendampingan dilakukan dengan mengedepankan empati dan kepedulian, sehingga warga binaan tetap merasa dihargai sebagai pribadi yang memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan berubah.

Pelayanan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan pemahaman iman, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tanggung jawab, pengendalian diri, kejujuran, penghormatan kepada sesama, serta kemauan untuk memperbaiki kesalahan menjadi bagian dari pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Melalui Efesus 2:10, warga binaan kembali diingatkan bahwa kehidupan setiap manusia memiliki tujuan di hadapan Tuhan. Mereka didorong untuk menggunakan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mempersiapkan diri agar ketika kembali kepada keluarga serta masyarakat, dapat membawa perubahan positif.

Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, konstruktif, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Pelayanan Bimroh yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan iman, pengharapan, karakter positif, tanggung jawab, dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh sukacita. Melalui pelayanan tersebut, warga binaan diajak menyadari bahwa setiap pribadi tetap berharga di hadapan Tuhan dan memiliki kesempatan untuk berubah, melakukan kebaikan, serta mempersiapkan diri menyambut kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *