Medan (Humas) — Pengembangan potensi peserta didik melalui olahraga menjadi salah satu perhatian dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. Hal tersebut mengemuka saat Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag. MM menerima kunjungan dari PT Global Dairi Alami (MilkLife), Bakti Olahraga Djarum Foundation, dan PT Musim Mas di ruang Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Medan, Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut membahas program MilkLife Soccer Challenge yang diarahkan pada pengembangan sepak bola putri usia dini dengan melibatkan peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar. Pertemuan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam mendukung pembinaan potensi peserta didik madrasah melalui kegiatan olahraga.
Dalam pertemuan tersebut, pihak MilkLife dan mitra menyampaikan program MilkLife Soccer Challenge yang secara khusus menyasar pembinaan sepak bola putri pada kelompok usia KU10 dan KU12. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswi untuk mengembangkan bakat dan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi sejak usia dini. “Kami menyambut baik adanya program yang memberikan ruang bagi siswi madrasah untuk mengembangkan bakatnya melalui olahraga, karena pembinaan seperti ini dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh,” ujar Yose Rizal. Selain itu, ia menilai kegiatan olahraga dapat memberikan pengalaman positif dalam membangun disiplin, kerja sama, dan kepercayaan diri peserta didik.
Yose Rizal menyampaikan bahwa madrasah memiliki banyak peserta didik yang berpotensi untuk dikembangkan tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik. Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi olahraga dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar mengenai sportivitas dan tanggung jawab. “Kita ingin anak-anak madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka, termasuk dalam bidang olahraga seperti sepak bola putri,” katanya. Sementara itu, sinergi antara madrasah dan pihak swasta dinilai dapat memperluas ruang pembinaan sehingga potensi peserta didik dapat diarahkan secara lebih terencana.
Program yang dibahas dalam kunjungan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memiliki tujuan pengembangan bakat, peningkatan kesehatan, penguatan karakter, serta membuka peluang prestasi bagi peserta didik. Melalui latihan dan pertandingan, peserta diharapkan dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus membangun kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama dalam tim. “Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar disiplin, bekerja sama, menjaga kesehatan, dan berani mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” ungkap Yose Rizal. Senada dengan hal itu, pembinaan yang dilakukan sejak usia dini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya atlet sepak bola putri yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, Yose Rizal menyambut peluang kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan madrasah yang memberikan ruang bagi pengembangan berbagai potensi peserta didik. Ia berharap program yang melibatkan MI tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta mendorong semakin banyak madrasah untuk memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga putri. “Kami tentu berharap program ini dapat membuka peluang bagi siswi madrasah untuk berkembang, berprestasi, dan memiliki pengalaman yang dapat menjadi bekal mereka ke depan,” tuturnya. Selain itu, koordinasi yang baik antara Kemenag Kota Medan, penyelenggara program, dan pihak terkait diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai tujuan pembinaan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara Kemenag Kota Medan dengan pihak swasta dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik madrasah. Program MilkLife Soccer Challenge diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi siswi MI untuk mengenal, mengembangkan, dan mengasah kemampuan sepak bola sejak usia dini. Selain itu, pembinaan melalui olahraga dapat menjadi sarana untuk membentuk peserta didik yang sehat, disiplin, memiliki karakter positif, serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Melalui sinergi yang berkelanjutan, potensi peserta didik madrasah diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga di tingkat yang lebih luas.

