Medan (Humas) — Kehadiran Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan dalam menyampaikan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, tetapi juga memberikan pendampingan rohani ketika masyarakat membutuhkan penguatan iman. Hal tersebut dilakukan H.M. Affan Sihite, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, saat mengunjungi kediaman keluarga Tasmi di Jalan Cinta Karya, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Affan memberikan doa, melakukan ruqyah sebagai ikhtiar keagamaan, serta menyampaikan bimbingan rohani kepada Tasmi dan keluarga. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan spiritual sekaligus mendampingi keluarga dalam menghadapi kondisi yang sedang mereka jalani.
Dalam kesempatan tersebut, Affan mengajak keluarga untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah. Ia menyampaikan bahwa setiap persoalan kehidupan hendaknya dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan tetap menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. “Kita terus berdoa dan berikhtiar, karena sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk berusaha, sementara hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah SWT,” ujar Affan. Selain itu, ia mengingatkan keluarga agar senantiasa menjaga ketenangan hati dan memperkuat keyakinan dalam menjalani setiap keadaan.
Bimbingan rohani yang diberikan juga diarahkan agar keluarga menjadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurut Affan, dukungan keluarga memiliki arti penting dalam menciptakan suasana yang menenangkan dan memberikan kekuatan secara spiritual. “Yang paling penting adalah keluarga tetap saling menguatkan, memperbanyak doa, dan menjaga ibadah agar hati tetap tenang dalam menghadapi keadaan,” katanya. Sementara itu, kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan memberikan ruang bagi keluarga untuk menyampaikan kondisi dan memperoleh penguatan keagamaan.
Selain memberikan bimbingan rohani, Affan juga melakukan ruqyah sebagai salah satu bentuk ikhtiar keagamaan yang disertai doa dan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa ikhtiar spiritual perlu dilakukan dengan tetap berpegang pada ajaran agama dan tidak meninggalkan usaha lain yang diperlukan. “Ruqyah ini merupakan bagian dari ikhtiar dan doa, sehingga kita tetap memohon pertolongan kepada Allah serta terus berusaha dengan cara yang baik,” ungkap Affan. Senada dengan hal itu, keluarga diharapkan dapat menjalani proses tersebut dengan penuh kesabaran serta tetap membangun suasana rumah yang mendukung ketenangan dan ketenteraman.
Lebih lanjut, Affan mengajak keluarga untuk memperkuat amalan yang dapat dilakukan secara sederhana namun konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Membaca Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, dan menjaga ibadah menjadi bagian dari penguatan spiritual yang dapat dilakukan bersama-sama. “Jangan berhenti berharap kepada Allah, karena doa dan kesabaran harus terus kita jaga dalam kondisi apa pun,” tuturnya. Selain itu, pendampingan rohani diharapkan dapat memberikan semangat kepada keluarga untuk tetap menjalani kehidupan dengan keyakinan dan keteguhan hati.
Kunjungan H.M. Affan Sihite tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah keluarga diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual serta membantu masyarakat memperoleh pemahaman keagamaan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Selain itu, nilai-nilai kesabaran, doa, ikhtiar, dan kebersamaan keluarga diharapkan terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bimbingan rohani yang dilakukan secara humanis dan berkesinambungan, masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjalani kehidupan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keimanan.

