Medan (Humas) — Penguatan pemahaman keagamaan masyarakat dilakukan melalui pengajian silaturahmi dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni keluarga idaman. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Datuk Kabu, Kota Medan, pada Jumat (18/9/2026), sebagai momentum mempererat hubungan antara Penyuluh Agama Islam dengan masyarakat. Materi yang disampaikan diarahkan pada pentingnya membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui pembahasan tersebut, masyarakat diajak melihat keluarga bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk keimanan dan akhlak.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Amri Sembiring, S.H.I. menyampaikan materi bertajuk “Keluarga Idaman” dalam pengajian yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut. Ia menjelaskan bahwa keluarga menjadi tempat pertama bagi seseorang untuk belajar tentang keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, kesabaran, dan akhlak. Menurutnya, keluarga idaman bukan berarti keluarga yang terbebas dari persoalan, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap persoalan dengan menjadikan nilai agama sebagai pedoman. “Keluarga idaman bukanlah keluarga yang tidak pernah menghadapi persoalan, melainkan keluarga yang mampu menjadikan setiap persoalan sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Dalam membangun keluarga yang harmonis, suami dan istri diharapkan mampu saling memahami, menghargai, serta menguatkan dalam menjalankan amanah rumah tangga. Selain itu, komunikasi yang baik menjadi bagian penting agar setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan kesabaran dan musyawarah, bukan dengan saling menyalahkan. Amri juga mengingatkan bahwa ukuran kebahagiaan keluarga tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi tempat tinggal maupun kelengkapan materi. “Rumah yang besar belum tentu menghadirkan kebahagiaan, tetapi rumah yang di dalamnya ada iman, kasih sayang, saling menghormati dan mengingatkan dalam kebaikan, insya Allah akan menjadi rumah yang penuh keberkahan,” pesannya.
Pendidikan anak juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut karena keluarga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan karakter generasi. Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat melalui kata-kata, tetapi juga perlu menghadirkan keteladanan melalui sikap, ibadah, cara berkomunikasi, dan cara menyelesaikan persoalan sehari-hari. Sementara itu, anak akan lebih mudah menyerap nilai-nilai kebaikan ketika melihat langsung perilaku positif yang diterapkan oleh kedua orang tuanya. Karena itu, keharmonisan hubungan dalam keluarga turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara keagamaan dan moral.
Lebih lanjut, keluarga yang dirindukan adalah keluarga yang mampu menghadirkan ketenangan dan menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang di antara seluruh anggotanya. Senada dengan hal itu, nilai keluarga dalam Islam juga mengajarkan agar pasangan dan keturunan menjadi qurrata a’yun atau penyejuk hati serta dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang bertakwa. Pengajian silaturahmi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk merefleksikan kembali peran masing-masing anggota keluarga dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Dengan pemahaman yang baik, keluarga diharapkan mampu menjadi tempat menumbuhkan iman, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian antarsesama.
Kegiatan pengajian silaturahmi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan berlandaskan ajaran Islam. Selain itu, nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan suami istri maupun dalam mendidik anak. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar keluarga yang hadir senantiasa diberikan keberkahan, ketenteraman, kesehatan, rezeki yang halal, serta keturunan yang saleh dan salehah. Melalui kegiatan penyuluhan dan silaturahmi, peran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan diharapkan terus hadir dalam memberikan edukasi keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

