Medan (Humas) Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal bersama para Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan bimbingan kerohanian (bimroh) di Panti Rehabilitasi Kolam Anugrah Sejahtera yang beralamat di Jalan Bunga Cempaka II Nomor 29 B, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (19/05/2026). Kegiatan ini berlangsung penuh sukacita dan kehangatan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaan yang sedang menjalani masa rehabilitasi.
Adapun penyuluh yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Mahlah Tarigan selaku Penyuluh Agama Kristen dari KUA Medan Sunggal, kemudian Sedra Tarigan, Rahmat Napitupulu, Wundu Manik, Rohana Simamora, Mida Sitohang, Fitri Sihotang, dan Amanda Purba yang merupakan Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama Kota Medan.
Kehadiran para penyuluh disambut baik oleh pengelola panti maupun para peserta rehabilitasi yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam pelaksanaan bimbingan kerohanian tersebut, Mahlah Tarigan membawakan doa penguatan iman serta pujian dan nyanyian gereja yang menghadirkan suasana damai dan penuh pengharapan.
Para peserta rehabilitasi tampak terhibur dan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Melalui lagu-lagu rohani dan doa bersama, para penyuluh berupaya menanamkan semangat baru agar para residen memiliki keyakinan untuk bangkit dan menjalani hidup yang lebih baik.
Mahlah Tarigan dalam pesannya menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperoleh kehidupan baru ketika mau berserah kepada Tuhan. “Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dalam setiap pergumulan selalu ada pengharapan dan kekuatan baru bagi orang yang percaya,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh peserta rehabilitasi untuk terus membangun iman, menjaga semangat pemulihan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bimroh ini diharapkan dapat memberikan penguatan mental dan spiritual bagi para peserta rehabilitasi sehingga mampu menjalani proses pemulihan dengan lebih optimis. Selain menjadi sarana pembinaan iman, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata pelayanan dan kepedulian Penyuluh Agama Kristen dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan dukungan moral maupun rohani.(Paidi).

