Medan (Humas) — Pranata Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan, Khairunnisa, S.Sos mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan Angkatan I yang digelar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan secara daring. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (1–2/9/2026), tersebut mempertemukan para pengelola kehumasan dari sejumlah satuan kerja Kementerian Agama di Sumatera Utara. Pelaksanaan Bimtek menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkaya pengetahuan sekaligus mengasah keterampilan yang berkaitan dengan komunikasi kelembagaan. Bagi Pranata Humas Kemenag Medan, pembekalan tersebut dinilai relevan dengan tuntutan pengelolaan informasi publik yang terus berkembang.
Sejumlah materi diberikan selama pelaksanaan Bimtek, mulai dari pemahaman pembangunan bidang agama hingga pengelolaan hubungan masyarakat. Pada hari pertama, peserta mengikuti materi Pembangunan Bidang Agama yang disampaikan Sekretaris BMBPSDM Kementerian Agama RI, Dr. H. Wawan Djunaedi, S.Ag., M.A., kemudian dilanjutkan dengan materi Manajemen Public Relations oleh Dr. Hj. Rahmy Fuady Tanjung, M.Si., Widyaiswara BDK Medan. Materi tersebut memberikan sudut pandang kepada peserta mengenai pentingnya memahami substansi program sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan publik dan stakeholder. “Bagi humas, memahami substansi yang akan dikomunikasikan menjadi hal yang sangat penting, karena dari situlah kita bisa menentukan pesan dan cara penyampaian yang tepat kepada masyarakat,” ujar Khairunnisa.
Memasuki hari kedua, peserta mendapat pembelajaran Teknik Dasar Public Speaking yang disampaikan Nurhamidah Siregar, M.Kom.I., Widyaiswara BDK Medan. Kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu keterampilan yang perlu dimiliki humas karena dalam menjalankan tugasnya, aparatur tidak hanya berhadapan dengan media, tetapi juga dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Khairunnisa menilai materi tersebut memberikan penguatan dalam membangun kepercayaan diri sekaligus menyusun penyampaian pesan agar lebih terarah. “Public speaking mengajarkan kita bahwa penyampaian informasi bukan sekadar berbicara, tetapi bagaimana membuat pesan yang kita bawa dapat tersampaikan dengan jelas dan diterima oleh audiens,” ungkapnya.
Selain kemampuan komunikasi secara langsung, perkembangan teknologi juga menjadi bagian dari pembelajaran dalam Bimtek tersebut. Peserta memperoleh materi Publikasi Berbasis AI yang disampaikan Sri Hendriani, S.Si., M.Si., Pranata Humas Ahli Madya pada BMBPSDM Kementerian Agama RI. Pembahasan tersebut membuka wawasan mengenai berbagai kemungkinan pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk menunjang pekerjaan publikasi dan produksi konten di lingkungan instansi pemerintah. “Perkembangan AI memberikan peluang baru bagi pekerjaan humas, terutama dalam membantu proses kreatif dan efisiensi kerja, tetapi setiap informasi tetap harus melalui proses pengecekan sebelum dipublikasikan,” kata Khairunnisa.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mengikuti diskusi, penugasan, presentasi, dan praktik selama kegiatan berlangsung. Pola pembelajaran tersebut membuat peserta dapat menghubungkan materi yang diperoleh dengan persoalan yang berpotensi ditemui dalam pekerjaan kehumasan sehari-hari. Sementara itu, dinamika komunikasi publik saat ini menuntut humas untuk mampu bergerak cepat tanpa mengabaikan ketepatan informasi dan etika dalam publikasi. “Saya melihat Bimtek ini sebagai ruang untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan cara kerja humas, terutama dalam menghadapi kebutuhan informasi masyarakat yang semakin cepat dan beragam,” tutur Khairunnisa.
Berakhirnya Bimtek Kehumasan Angkatan I menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas Pranata Humas Kemenag Medan dalam menjalankan fungsi komunikasi publik. Bekal yang diperoleh selama kegiatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyusunan informasi kelembagaan, pengelolaan publikasi, pengembangan konten digital, serta komunikasi dengan masyarakat. Senada dengan hal itu, peningkatan kompetensi humas diharapkan dapat mendorong penyampaian informasi Kemenag Medan yang semakin komunikatif, aktual, dan sesuai kebutuhan publik. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran Pranata Humas sebagai bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi dan citra positif Kementerian Agama di tengah masyarakat.

