Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., memberikan pembinaan rohani kepada anak-anak Asuhan Kasih Murni, Jalan Saudara Ujung, Medan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kunjungan kasih sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada anak-anak panti. Pembinaan dilaksanakan sebelum anak-anak mengikuti kegiatan sekolah masuk siang, dengan mengangkat pesan dari Yohanes 8:1-11 tentang kasih, pengampunan, dan pentingnya tidak mudah menghakimi orang lain.
Dalam pembinaannya, Verawati menjelaskan kisah perempuan yang kedapatan berbuat dosa dalam Yohanes 8:1-11 sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan pernah melakukan kesalahan. Karena itu, seseorang tidak seharusnya terburu-buru menghakimi orang lain hanya karena melihat kesalahannya. Menurutnya, setiap orang perlu diberikan kesempatan untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki diri.
“Jangan menghakimi langsung orang yang kedapatan bersalah dan tidak membenci orangnya, tetapi bencilah dosanya,” ujar Verawati.
Ia menjelaskan bahwa membedakan antara perbuatan yang salah dengan orang yang melakukan kesalahan merupakan hal penting dalam membangun hubungan dengan sesama. Perbuatan yang tidak benar tetap perlu dihindari dan diperbaiki, tetapi orang yang melakukan kesalahan tetap harus diperlakukan dengan kasih dan diberikan kesempatan untuk berubah.
Selain itu, Verawati mengajak anak-anak memahami bahwa kasih Tuhan memberikan kesempatan kepada setiap manusia untuk bertobat dan memperbaiki kehidupan. Menurutnya, kesalahan seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memelihara kebencian. Sebaliknya, kasih perlu diwujudkan melalui sikap yang mendorong seseorang untuk berubah ke arah yang lebih baik.
“Kasihi orang yang berdosa, beri kesempatan untuk bertobat. Kita tidak boleh membenarkan perbuatannya, tetapi kita juga tidak boleh membenci orangnya,” katanya.
Verawati juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan dan tidak luput dari kesalahan. Karena itu, kasih Tuhan menjadi dasar bagi manusia untuk belajar mengampuni dan memberikan kesempatan kepada sesama untuk memperbaiki diri. Pesan tersebut juga mengajak anak-anak untuk tidak merasa lebih baik daripada orang lain hanya karena melihat kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.
“Ingatlah kita juga orang berdosa yang layak mendapat hukuman, tapi kasih Tuhan menebus kita dari maut. Karena itu, jangan merasa diri lebih baik dari orang lain ketika melihat kesalahan mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Verawati menegaskan bahwa memberikan pengampunan bukan berarti membiarkan kesalahan terus dilakukan. Seseorang tetap dapat mengingatkan atau menegur ketika melihat perbuatan yang salah, namun teguran tersebut hendaknya disampaikan dengan kasih dan tujuan membantu orang tersebut memperbaiki diri.
“Tegurlah teman-temanmu jika kedapatan berdosa untuk berubah dan bertobat. Teguran yang dilakukan dengan kasih bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk membantu teman kita menjadi lebih baik,” tuturnya.
Kepala Satuan Kerja Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA., mengapresiasi pelayanan yang dilakukan Penyuluh Agama Kristen melalui pembinaan rohani dan kunjungan kasih kepada anak-anak Asuhan Kasih Murni. Menurutnya, pembinaan kepada anak-anak merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang perlu terus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian.
“Pembinaan rohani kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Nilai kasih, pengampunan, dan kepedulian penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki dasar yang baik dalam membangun hubungan dengan sesama,” ungkapnya.
Impun berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan anak-anak. Menurutnya, kehadiran penyuluh tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan.
“Kami berharap para penyuluh terus hadir memberikan pendampingan dan penguatan kepada masyarakat, termasuk anak-anak di panti asuhan. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi, membangun karakter, dan menumbuhkan nilai kasih serta kepedulian dalam kehidupan mereka,” tambahnya.
Kunjungan kasih dan pembinaan rohani tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak mengikuti penyampaian firman dengan baik dan memperoleh penguatan mengenai pentingnya mengasihi, mengampuni, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting sebelum anak-anak melanjutkan aktivitas sekolah. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya memberikan pemahaman iman, tetapi juga menanamkan nilai kasih, pengampunan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

