Empat Amalan di Bulan Haram, Pesan Penyuluh KUA Medan Sunggal di Masjid An-Nur

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan bimbingan dan penyuluhan agama di Masjid An-Nur, Jalan Budi Luhur Nomor 75 , Kota Medan, Minggu (31/5/2026). Kegiatan pengajian yang dilaksanakan setelah salat Subuh tersebut merupakan agenda rutin mingguan masjid yang diikuti oleh jamaah setempat dengan penuh antusias.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BKM Masjid An-Nur, H. Ardi Chaniago, beserta Sekretaris BKM, Nizamul Malik. Dalam sambutannya, Nizamul Malik membuka pengajian dan mempersilakan penceramah untuk menyampaikan tausiyah kepada jamaah. Ia berharap kegiatan rutin tersebut dapat menambah wawasan keagamaan serta memperkuat keimanan masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Paidi mengangkat tema tentang amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan haram. Ia menjelaskan bahwa salah satu amalan utama yang harus ditingkatkan adalah keimanan kepada Allah SWT. Menurutnya, iman menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menjadi kunci keberuntungan bagi seorang muslim. “Mari kita tingkatkan keimanan kepada Allah, karena hanya orang-orang yang beriman yang akan memperoleh keberuntungan dalam mengarungi kehidupan dari hari ke hari,” ujar Paidi.

Selain meningkatkan iman, Paidi juga mengajak jamaah untuk memperbanyak ibadah puasa, khususnya puasa sunnah di bulan Muharram seperti Puasa Asyura. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani. “Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Muharram yang di dalamnya terdapat puasa Asyura. Mari berlomba-lomba melaksanakan ibadah puasa karena puasa membawa banyak keberkahan dan manfaat bagi kesehatan,” katanya.

Amalan berikutnya yang disampaikan adalah memperbanyak sedekah. Menurut Paidi, sedekah memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa, mendatangkan keberkahan, serta menjadi sebab tertolaknya berbagai musibah. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT sebagai bentuk introspeksi diri atas segala kesalahan yang pernah dilakukan. “Bulan haram adalah momentum untuk memperbanyak sedekah dan memperbanyak taubat. Dengan taubat yang sungguh-sungguh, Allah akan membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya,” ungkapnya.

Di akhir penyuluhan, Paidi mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan-bulan haram dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pengurus masjid dan diikuti seluruh jamaah yang hadir.

Bulan haram merupakan waktu yang istimewa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui amalan seperti memperkuat iman, melaksanakan puasa sunnah, memperbanyak sedekah, serta bertaubat, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan dan ampunan Allah. Selain itu, menjauhi segala bentuk maksiat menjadi bagian penting dalam menjaga kemuliaan bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *