Medan (Humas) — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang terus berubah, penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan umat guna memperkuat ketahanan moral, spiritual, dan sosial masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Marelan, Husein Ali, di Masjid Nurul Huda T 600 Marelan, pada Juni 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Iman dan Taqwa dalam Menghadapi Tantangan Zaman di Tahun 1448 H” ini diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias dan semangat.
Dalam penyampaiannya, Husein Ali menegaskan bahwa memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Islam perlu memperkuat fondasi keimanan agar mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan modern tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut setiap Muslim untuk memiliki keteguhan iman sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
“Tantangan zaman saat ini semakin kompleks. Karena itu, umat Islam harus memperkuat iman dan takwa sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai pengaruh yang dapat menjauhkan kita dari nilai-nilai agama. Dengan iman yang kuat, kita akan lebih bijak dalam menyikapi perkembangan yang terjadi di sekitar kita,” ujar Husein Ali.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi sejatinya dapat menjadi sarana yang membawa manfaat apabila digunakan secara bijaksana. Namun, tanpa landasan iman yang kokoh, berbagai perkembangan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif yang dapat memengaruhi perilaku dan kehidupan sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Husein Ali mengingatkan bahwa penguatan iman dan takwa tidak cukup hanya melalui pemahaman teori atau pengetahuan agama semata. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ibadah yang konsisten, akhlak yang mulia, serta kepedulian terhadap sesama.
“Iman yang kuat harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ketika seseorang menjaga ibadahnya, memperbaiki akhlaknya, dan peduli terhadap sesama, maka ia sedang membangun benteng spiritual yang akan membimbingnya menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak jamaah menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaharui semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas ibadah. Ketika iman dan takwa tumbuh dengan baik, maka kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Jamaah tampak menyimak materi yang disampaikan dengan seksama karena tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Melalui dialog dan penyampaian materi yang komunikatif, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Kegiatan Bimluh ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Medan dalam memperkuat pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, masyarakat semakin memiliki ketahanan moral, spiritual yang kuat, serta mampu mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial.

