Hadir di Tengah Duka, Penyuluh Agama Kemenag Medan Perkuat Nilai Keagamaan dan Kebersamaan Masyarakat

Medan (Humas) – Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan kembali dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat. Pada pelaksanaan pemakaman jenazah secara kemiliteran atas wafatnya Serma Marinir Purnawirawan Yunial Tiades di Asrama TNI AL Belawan, Senin (1/6/2026), Penyuluh Agama Islam Muhammad Fathul Husni diminta menyampaikan tausyiah keagamaan berkaitan dengan hakikat kematian dan pentingnya persiapan diri menghadapi kehidupan akhirat. Kehadiran penyuluh agama dalam prosesi tersebut menjadi bentuk penguatan nilai-nilai spiritual sekaligus edukasi keagamaan bagi masyarakat dan keluarga yang berduka.

Tausyiah yang disampaikan menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya meningkatkan keimanan, memperbanyak amal ibadah, serta menjadikan kematian sebagai pengingat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, kehadiran penyuluh agama juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara Kementerian Agama, aparat penegak hukum, dan unsur TNI AL dalam mendukung pembinaan keagamaan di kawasan Belawan.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fathul Husni menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan pencerahan dan penguatan spiritual, khususnya dalam menghadapi musibah kematian. Menurutnya, momentum seperti prosesi pemakaman juga menjadi sarana mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat melalui peningkatan ibadah dan amal kebaikan.

“Kematian adalah kepastian bagi setiap manusia. Melalui tausyiah ini, kami ingin mengajak masyarakat agar senantiasa mempersiapkan diri dengan meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara penyuluh agama, aparat penegak hukum, dan unsur TNI AL di kawasan Belawan perlu terus diperkuat guna mendukung pembinaan keagamaan dan pembangunan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang religius, harmonis, dan saling mendukung.

“Kehadiran penyuluh agama bukan hanya dalam kegiatan ceramah di masjid, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi sosial. Kami berharap kolaborasi bersama APH dan TNI AL dapat terus terjalin untuk memberikan kontribusi positif dalam bidang keagamaan dan pembangunan di kawasan Belawan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai religius dan semangat kebersamaan antara masyarakat, penyuluh agama, serta unsur TNI dapat terus terjaga demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan religius di kawasan Belawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *