Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) di Yayasan Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan mental, motivasi, serta semangat kepada pasien agar terus berjuang memulihkan diri dari ketergantungan narkoba melalui pendekatan spiritual dan peningkatan keimanan kepada Allah SWT.
Dalam penyampaian materi dakwahnya, Paidi mengajak para pasien untuk senantiasa berusaha meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Menurutnya, kebahagiaan hidup tidak terlepas dari ketenangan jiwa dan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Ia menekankan bahwa ketenangan batin menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk perjuangan menjalani proses pemulihan dari ketergantungan NAPZA.
Paidi menjelaskan bahwa terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menghadirkan ketenangan jiwa. Pertama, senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Kedua, melaksanakan ibadah salat dengan penuh kesungguhan. Ketiga, membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Keempat, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kelima, senantiasa berzikir mengingat Allah SWT. Menurutnya, amalan-amalan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat keimanan, menumbuhkan ketenteraman hati, dan membangun semangat positif dalam menjalani kehidupan.
“Untuk memperoleh ketenangan jiwa, marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat, membaca Al-Qur’an, berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memperbanyak zikir. Jangan pernah kehilangan harapan, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” pesan Paidi kepada para pasien rehabilitasi.
Lebih lanjut, Paidi mengingatkan agar para pasien senantiasa bersikap optimistis dan yakin bahwa kesembuhan merupakan harapan yang patut diperjuangkan. Ia mengajak mereka untuk membangun kebiasaan positif dengan mendatangi tempat ibadah, seperti masjid, menjalin pertemanan dengan orang-orang saleh, serta meningkatkan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT. Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan pergaulan yang baik dan mengikuti proses rehabilitasi secara konsisten agar upaya pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas komitmen penyuluh agama Islam yang terus memberikan pendampingan rohani kepada pasien korban penyalahgunaan NAPZA. Menurutnya, para pasien membutuhkan dukungan moral, spiritual, dan sosial agar tetap memiliki semangat dalam menjalani proses pemulihan. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan penyuluh agama Islam yang senantiasa mendampingi pasien korban NAPZA. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan mereka memperoleh semangat dan motivasi, sekaligus meningkatkan nilai-nilai ibadah serta keimanan kepada Allah SWT,” ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan ini, KUA Medan Sunggal berharap para pasien rehabilitasi Kiki Alam Jaya semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menjalani proses pemulihan dengan penuh kesabaran serta optimisme. Pendampingan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan dalam membangun ketenangan batin dan mempersiapkan pasien untuk kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.(Paidi).

