Medan (Humas) – Kelompok Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (BP) bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Pirngadi Medan, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Sindar Purba, S.Th., M.Pd., bersama tim penyuluh rohani Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan. Kehadiran para penyuluh bertujuan memberikan pendampingan spiritual, penguatan iman, serta penghiburan bagi pasien yang sedang menjalani masa pemulihan medis.
Tim Penyuluh Agama Kristen yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Sindar Purba, S.Th., M.Pd., Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd., Torang Berutu, S.Th., M.Pd., Jenti Sitanggang, M.Pd., dan Risdawati Berutu, M.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh sukacita sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan rohani.
Dalam bimbingan rohani tersebut, tim penyuluh menyampaikan materi bertajuk “Bagi Tuhan Ada Jawaban”, yang bersumber dari Matius 19:26: “Yesus memandang mereka dan berkata: ‘Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.’” Melalui firman Tuhan ini, Sindar Purba mengajak para pasien untuk tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Di tengah keterbatasan fisik dan proses pengobatan yang dijalani, iman dan doa diharapkan menjadi sumber kekuatan, ketenangan, serta semangat dalam menghadapi masa pemulihan.
Pelaksanaan layanan penyuluhan rohani ini mendapat sambutan baik dari pegawai dan tenaga medis RSUD Dr. Pirngadi Medan. Dengan penuh keramahan, pihak rumah sakit menyambut kehadiran tim penyuluh dan memberikan kesempatan untuk mengunjungi pasien di ruang perawatan. Sinergi antara institusi keagamaan dan fasilitas kesehatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pelayanan yang menyeluruh, tidak hanya memperhatikan kondisi fisik pasien, tetapi juga kebutuhan mental dan spiritual mereka.
Suasana haru dan khidmat terasa ketika para penyuluh memberikan motivasi, menyampaikan kata-kata penguatan, serta memanjatkan doa bagi kesembuhan pasien di samping tempat tidur mereka. Sejumlah pegawai rumah sakit yang sedang bertugas turut mendampingi kegiatan doa tersebut. Kehadiran para penyuluh dan dukungan dari pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan penguatan moril bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi selama masa perawatan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Kristen yang secara konsisten memberikan pendampingan rohani kepada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Menurutnya, perhatian dan kepedulian terhadap orang yang sedang sakit merupakan bagian penting dari pelayanan kemanusiaan.
“Saya sangat mengapresiasi para Penyuluh Agama Kristen yang terus melaksanakan pendampingan kepada pasien rawat inap. Orang yang sedang sakit membutuhkan perhatian, dukungan, dan semangat dari orang lain. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Semoga kehadiran kita dapat memberikan semangat, penghiburan, dan menjadi obat bagi hati pasien agar mereka tetap kuat serta memiliki pengharapan dalam menjalani proses pemulihan,” ujar Agus Salim.
Ia juga berharap agar para penyuluh agama terus menunjukkan kepedulian dan semangat pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan rohani yang menyentuh langsung kebutuhan umat. Menurutnya, pelayanan kepada pasien bukan sekadar menyampaikan pesan keagamaan, melainkan juga menghadirkan kasih, perhatian, dan dukungan moral bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Sunggal berharap bimbingan penyuluhan rohani dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai fasilitas pelayanan publik. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama Kota Medan di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan administratif keagamaan, tetapi juga melalui pelayanan pastoral dan kepedulian sosial. Bimbingan rohani bagi pasien rawat inap merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan yang memberikan penguatan iman, penghiburan, dan harapan. Melalui sinergi antara penyuluh agama dan pihak rumah sakit, diharapkan pasien memperoleh dukungan spiritual dan moral selama menjalani perawatan, sehingga dapat menghadapi masa pemulihan dengan lebih tabah, tenang, dan penuh pengharapan kepada Tuhan.(SP/PAI).

