Hadirkan Ketenangan dan Harapan, PAI KUA Medan Petisah Berikan Penguatan Rohani kepada Pasien Anak di RSUD Dr. Pirngadi

Medan (Humas) — Di tengah suasana perawatan rumah sakit, kehadiran pelayanan keagamaan menjadi salah satu bentuk perhatian yang dapat memberikan ketenangan dan semangat bagi pasien maupun keluarga. Hal tersebut diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Petisah melalui pelayanan rohani kepada Amira Felisha Sitompul, pasien anak yang sedang menjalani perawatan di Ruangan Anggrek 1 Kamar 4 RSUD Dr. Pirngadi Medan, Senin (21/9/2026).

Pelayanan rohani tersebut merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan layanan keagamaan di tengah masyarakat, termasuk kepada masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Pendampingan diberikan dengan pendekatan yang ramah, lembut, dan disesuaikan dengan kondisi pasien anak.

PAI KUA Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M. Sos, menyampaikan bahwa anak yang sedang menjalani perawatan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar tetap memiliki semangat dan rasa nyaman selama proses pengobatan.

“Ketika anak sedang sakit, perhatian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya sangat berarti. Kami hadir untuk memberikan semangat dan doa, agar Amira tetap kuat, ceria, serta tidak merasa sendiri dalam menjalani masa perawatan ini,” ujar Nurlely.

Dalam pelayanan tersebut, PAI memberikan motivasi keagamaan secara sederhana dan mudah diterima oleh anak. Amira juga diajak untuk berdoa memohon kesembuhan kepada Allah SWT, sementara keluarga diberikan penguatan agar senantiasa mendampingi dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan doa.

Menurut Nurlely, pelayanan rohani di rumah sakit merupakan bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan penguatan spiritual pada saat masyarakat membutuhkan.

“Pengobatan secara medis merupakan bagian dari ikhtiar. Di samping itu, doa dan tawakal juga menjadi sumber kekuatan bagi pasien dan keluarga. Kita berharap Allah SWT memberikan kesembuhan, kemudahan, dan kekuatan kepada Amira serta keluarganya,” ungkapnya.

Kehadiran PAI di ruang perawatan juga menjadi momentum untuk mengingatkan keluarga agar tetap menjaga harapan dan tidak berputus asa dalam menghadapi ujian. Dukungan keluarga yang penuh kasih, ditambah ikhtiar pengobatan dan doa, diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih tenang bagi pasien selama menjalani perawatan.

Pelayanan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Doa dan motivasi yang diberikan diharapkan menjadi penyemangat bagi Amira untuk terus menjalani proses pengobatan dengan penuh kesabaran.

Melalui kegiatan tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Petisah menunjukkan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran Penyuluh Agama Islam tidak hanya menjadi sarana pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan ketenangan, kepedulian, dan penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kondisi kehidupan.

Semoga Amira Felisha Sitompul segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, diberikan kekuatan dalam menjalani pengobatan, serta dapat kembali sehat, ceria, dan berkumpul bersama keluarga tercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *