Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Komala Dewi, Heriansyah Harahap, dan Nurlely melaksanakan bimbingan keagamaan kepada warga binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Medan, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema tentang pentingnya memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Dalam bimbingan tersebut, para penyuluh mengajak warga binaan untuk memahami bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan memperbaiki diri, menjalankan ibadah, serta memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal positif. Materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Komala Dewi, mengatakan bahwa bersyukur merupakan salah satu bentuk pengakuan seorang hamba atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Kita harus belajar mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan, termasuk kesempatan untuk memperbaiki diri. Jangan melihat masa lalu sebagai penghalang, tetapi jadikan sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Heriansyah Harahap menyampaikan bahwa rasa syukur dapat menjadi kekuatan bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah selama mau berusaha dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Syukur bukan hanya ketika mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Dalam kondisi apa pun, kita tetap dapat bersyukur dengan menjaga hati, memperbaiki perilaku, dan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik,” katanya.
Penyuluh lainnya, Nurlely, mengingatkan warga binaan agar tidak mudah berputus asa ketika menghadapi persoalan. Ia menekankan pentingnya memperbanyak doa, ibadah, introspeksi diri, serta menghargai setiap proses yang sedang dijalani. “Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan. Perbanyak syukur, karena dengan bersyukur hati menjadi lebih tenang dan kita dapat melihat harapan dengan lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan bimbingan berlangsung dalam suasana interaktif. Para warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mereka terkait cara menjaga rasa syukur serta menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Para penyuluh juga memberikan motivasi agar warga binaan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berharap nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi warga binaan LPKA Medan. “Semoga bimbingan ini tidak berhenti pada pemahaman saja, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan semakin banyak rasa syukur, semakin kuat pula keinginan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas para penyuluh.

