Medan (Humas) – Peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien menjadi fokus pembahasan dalam audiensi antara Kementerian Agama Kota Medan dan RS Santa Elisabeth Medan yang berlangsung di RS Santa Elisabeth Medan, Jalan H. Misbah No. 7, Kecamatan Medan Maimun, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas secara medis, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual bagi pasien.
Audiensi dihadiri Direktur RS Santa Elisabeth Medan, dr. Eddy Jefferson Ritonga, Sp.OT(K), bersama Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Daminta Berutu, S.Th. dan Hernawati Ginting, S.Th. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dengan membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Eddy Jefferson Ritonga menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan merupakan komitmen yang harus diwujudkan oleh seluruh unsur di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, pelayanan yang prima tidak hanya diukur dari kompetensi tenaga kesehatan dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari sikap empati, keramahan, serta kepedulian kepada setiap pasien dan keluarganya.
“Kami terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan penuh kepedulian. Kepuasan pasien merupakan salah satu prioritas yang harus terus kami tingkatkan, sehingga mereka dapat menjalani proses pengobatan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Eddy Jefferson Ritonga.
Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Daminta Berutu, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan akan semakin optimal apabila diiringi dengan pendampingan spiritual yang mampu memberikan ketenangan batin serta memperkuat harapan pasien selama menjalani proses pengobatan. Ia menilai sinergi antara rumah sakit dan penyuluh agama merupakan bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan manusia secara utuh.
“Pelayanan yang baik bukan hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan rohani pasien. Melalui pendampingan spiritual, kami berharap pasien memperoleh kekuatan, pengharapan, dan semangat untuk menjalani proses penyembuhan dengan penuh keyakinan,” ungkap Daminta.
Hal senada disampaikan Hernawati Ginting. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di rumah sakit merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan yang memberikan dukungan moral dan spiritual kepada pasien maupun keluarga. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin erat. Pelayanan kepada pasien tidak hanya berorientasi pada kesembuhan fisik, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan, penghiburan, dan penguatan iman sehingga pasien memiliki semangat untuk pulih dan kembali menjalani aktivitasnya,” tuturnya.
Audiensi berlangsung secara interaktif dengan saling bertukar pandangan mengenai berbagai program yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pembahasan juga menitikberatkan pada pentingnya membangun pelayanan yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai kepedulian sehingga setiap pasien mendapatkan layanan yang menyeluruh.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap kolaborasi dengan RS Santa Elisabeth Medan dapat terus diperkuat dalam mendukung pelayanan kesehatan yang holistik. Perpaduan antara pelayanan medis yang profesional dan pendampingan spiritual diharapkan mampu memberikan rasa nyaman, meningkatkan optimisme pasien, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas dan bermakna bagi masyarakat.

