Kepala KUA Medan Denai Ajak Jadikan Maulid Nabi Momentum Perbaiki Akhlak dan Peduli Sesama

Medan (Humas) — Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat di Masjid Al-Munawwaroh, Tegal Sari Mandala III, Jalan Tangguk Bongkar 10, Kecamatan Medan Denai, Selasa (22/9/2026) selepas Zuhur. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan dihadiri Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, Drs. H. Ahmat Yani Siregar, MA., Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Camat Medan Denai Yogi Prayoga, S.IP., para lurah, kepala lingkungan (Kepling), Ketua Fosil, Ketua BKM Masjid Al-Munawwaroh yang juga Ketua AKMD Dra. Hj. Sariani, jajaran pegawai KUA Kecamatan Medan Denai, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan Madkasad Lubis. Selanjutnya, jamaah mengikuti tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan Ustaz Abu Azka. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan mengenal, meneladani, dan mengamalkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui perubahan sikap, peningkatan akhlak, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Pesan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, Drs. H. Ahmat Yani Siregar, MA. Ia menekankan bahwa momentum Maulid Nabi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat iman sekaligus mendorong umat agar semakin mencintai Rasulullah SAW melalui pengamalan keteladanan beliau.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum bagi kita untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan mengikuti keteladanan beliau dalam kehidupan. Kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin dalam akhlak, ibadah, serta kepedulian kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Al-Munawwaroh sekaligus Ketua AKMD, Dra. Hj. Sariani, turut menyampaikan sambutan. Camat Medan Denai, Yogi Prayoga, S.IP., juga memberikan sambutan dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, pengurus masjid, serta masyarakat.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turut hadir dan menyampaikan sambutan. Kehadiran pemerintah kota dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan bersama masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat di Kecamatan Medan Denai.

Tidak hanya diisi dengan pengajian dan tausiah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan dan donor darah. Kegiatan sosial ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan sekaligus menghidupkan semangat berbagi serta membantu sesama.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Medan juga meresmikan Program Infaq Jelantah. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu gerakan sosial yang memberikan nilai manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan minyak jelantah sekaligus mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Kegiatan turut didukung Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, di antaranya Khoiruz Zaman, S.HI., S.Pd.I., dan Syaiful Akhyar, S.HI. Kehadiran jajaran KUA dan penyuluh menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan kegiatan keagamaan sekaligus upaya membangun kedekatan pelayanan keagamaan dengan masyarakat.

Pengajian Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kecamatan Medan Denai berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Perpaduan antara kegiatan keagamaan, pelayanan kesehatan, donor darah, dan program sosial menunjukkan bahwa peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai ibadah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh, ukhuwah Islamiyah semakin kuat, serta sinergi antara pemerintah, KUA, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat semakin kokoh dalam membangun Kecamatan Medan Denai yang religius, harmonis, peduli, dan penuh keberkahan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *