Medan (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., membekali ratusan santri baru Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (PPMDH TPI) Medan dengan materi kepemimpinan dan keorganisasian dalam kegiatan Khutbatul ‘Arsy yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Santri Baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PPMDH TPI, Senin (20/7/2026) pukul 20.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, H. Yose Rizal yang juga menjabat sebagai Direktur PPMDH TPI menekankan pentingnya organisasi sebagai bagian dari proses pendidikan di pesantren. Menurutnya, organisasi bukan sekadar wadah menjalankan berbagai program dan kegiatan, tetapi merupakan sarana efektif untuk membentuk karakter, melatih kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan pengabdian kepada sesama.
Suasana pembekalan berlangsung penuh semangat. Para santri baru mengikuti materi dengan antusias dan menyimak setiap penjelasan yang disampaikan. Melalui sesi tersebut, para peserta diajak memahami bahwa kehidupan di pesantren tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama dan akademik, tetapi juga membentuk kemampuan sosial serta kepemimpinan yang akan menjadi bekal ketika terjun ke tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, H. Yose Rizal menjelaskan bahwa setiap santri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar menjadi pemimpin. Kesempatan tersebut dapat dimulai dari keterlibatan aktif dalam organisasi santri, kepanitiaan, maupun berbagai kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan pesantren.
“Organisasi di pesantren merupakan laboratorium kepemimpinan. Di sinilah para santri belajar mengelola amanah, menyusun program, bekerja sama dalam tim, menyelesaikan persoalan, serta mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Semua pengalaman itu akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yose Rizal.

Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin yang baik tidak hanya memiliki kemampuan mengatur orang lain, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, disiplin, dan akhlak. Oleh sebab itu, setiap santri harus membiasakan diri untuk bertanggung jawab terhadap setiap amanah yang diberikan, sekecil apa pun bentuknya.
“Jangan pernah takut untuk belajar memimpin. Kepemimpinan tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui proses belajar, pengalaman, kedisiplinan, dan kemauan untuk melayani. Pesantren memberikan ruang yang sangat baik bagi santri untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga kelak menjadi pemimpin yang amanah, berintegritas, dan bermanfaat bagi umat,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Yose Rizal mengingatkan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga akhlak, membangun kerja sama, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan ciri khas pendidikan pesantren yang harus terus dipertahankan.
Ia juga mengajak seluruh santri baru untuk memanfaatkan masa belajar di pesantren sebagai kesempatan emas dalam membentuk karakter dan memperluas pengalaman. Dengan aktif mengikuti kegiatan organisasi, santri akan terbiasa berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
“Jadilah santri yang unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak, serta aktif dalam organisasi. Insya Allah, perpaduan ketiga hal tersebut akan melahirkan generasi yang mampu menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, berkarakter, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara,” pesannya.
Melalui kegiatan Khutbatul ‘Arsy ini, diharapkan para santri baru mampu memahami pentingnya kehidupan berorganisasi sebagai bagian dari pendidikan di pesantren. Pembekalan tersebut juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu keislaman, tetapi juga siap menjadi pemimpin yang visioner, bertanggung jawab, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

