Medan Johor (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Johor terus memperkuat pembinaan bagi calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Sebanyak 14 pasang calon pengantin mengikuti Bimwin yang dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Medan Johor, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembekalan bagi calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan yang lebih matang dalam memasuki kehidupan rumah tangga, baik dari sisi agama, keluarga, kesehatan maupun perencanaan masa depan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Johor, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.I.Kom., didampingi Penyuluh KUA Medan Johor Alhuda, S.Sos.I., Komarul Anwar, S.H.I., Syafrizal Anas, S.Th.I., dan Hidayat Arif, S.Sos.I., turut memberikan pembinaan kepada para peserta. Dalam kegiatan tersebut, KUA Medan Johor juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dan kesungguhan mereka mengikuti rangkaian Bimwin.
H. Yakhman Hulu mengatakan bahwa Bimwin bukan sekadar kegiatan formal yang harus diikuti sebelum pernikahan, melainkan bagian dari proses mempersiapkan calon pengantin agar memahami tanggung jawab yang akan mereka jalani setelah membangun rumah tangga. Menurutnya, kehidupan perkawinan membutuhkan kesiapan mental, spiritual, emosional dan sosial, sehingga pasangan perlu memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mengambil peran sebagai suami dan istri.
“Bimwin ini kita harapkan tidak hanya menjadi bekal sebelum akad nikah, tetapi juga menjadi pengetahuan yang dapat diterapkan setelah mereka berumah tangga. Menjadi suami dan istri tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar, sehingga kesiapan harus dibangun sejak sebelum pernikahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga yang kuat tidak hanya dibangun melalui hubungan yang harmonis antara suami dan istri, tetapi juga melalui kemampuan pasangan dalam menjaga kesehatan keluarga dan mempersiapkan masa depan anak. Karena itu, materi yang diberikan dalam Bimwin diarahkan pada kebutuhan nyata yang akan dihadapi pasangan ketika menjalani kehidupan keluarga.
“Ketika pasangan sudah memahami tanggung jawabnya sejak awal, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menghadapi persoalan rumah tangga. Termasuk bagaimana menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, merencanakan kelahiran anak dan memberikan pengasuhan yang baik,” lanjutnya.
Untuk memperkaya materi pembinaan, KUA Medan Johor menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Salah satunya dr. Rabitah, M.K.M., dari Puskesmas Kelurahan Gedung Johor yang menyampaikan materi mengenai stunting. Materi ini menjadi bagian penting karena pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah lahir, tetapi perlu dipersiapkan sejak sebelum kehamilan melalui kondisi kesehatan calon orang tua.
Dalam penyampaiannya, dr. Rabitah memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya memperhatikan kesehatan sejak masa sebelum menikah. Calon ibu dan calon ayah perlu memiliki kesadaran bahwa kondisi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi sebelum serta selama kehamilan dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tumbuh kembang anak secara optimal.
“Pencegahan stunting perlu dipahami sejak awal, bahkan sebelum pasangan memiliki anak. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan mempersiapkan kondisi tubuh serta keluarga dengan baik,” jelasnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Laily Rizqah, D.SST., Bd., yang membahas mengenai pemenuhan gizi. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi dalam kehidupan keluarga, terutama bagi perempuan yang nantinya akan menjalani masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pasangan dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak awal pernikahan.
Laily Rizqah menekankan bahwa pemenuhan gizi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun keluarga sehat. Menurutnya, pasangan perlu memahami bahwa kebutuhan gizi setiap anggota keluarga dapat berbeda dan harus diperhatikan sesuai dengan kondisi serta tahap kehidupan masing-masing.
“Pemenuhan gizi perlu menjadi perhatian dalam keluarga. Kebiasaan hidup sehat sebaiknya dibangun sejak awal pernikahan, sehingga ketika nantinya memiliki anak, orang tua sudah memiliki pengetahuan dan kebiasaan yang baik dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ungkapnya.
Selain materi kesehatan dan gizi, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai program Keluarga Berencana (KB) yang disampaikan oleh Penyuluh BKKBN Medan Johor, Agnes Berliana Tambunan, S.K.M., M.K.M. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya perencanaan keluarga, termasuk kesiapan pasangan dalam menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak.
Agnes menjelaskan bahwa perencanaan keluarga merupakan bagian dari upaya pasangan untuk membangun kehidupan rumah tangga secara terarah. Dengan perencanaan yang baik, pasangan diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan keluarga dengan kemampuan yang dimiliki, sekaligus memberikan perhatian yang optimal terhadap kesehatan ibu dan anak.
“Perencanaan keluarga penting dibicarakan oleh pasangan sejak awal. Suami dan istri perlu memiliki kesepahaman dalam menentukan rencana keluarga, termasuk terkait kehamilan, jarak kelahiran dan kesiapan dalam memberikan pengasuhan kepada anak,” jelasnya.
Pembahasan mengenai KB tersebut juga membuka ruang bagi peserta untuk memahami bahwa keputusan dalam merencanakan keluarga perlu dilakukan secara bersama antara suami dan istri. Komunikasi yang baik sejak awal dinilai penting agar pasangan dapat mengambil keputusan keluarga secara bertanggung jawab dan saling mendukung.
Kegiatan Bimwin berlangsung secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyimak materi, berdiskusi dan memperoleh penjelasan langsung dari para narasumber. Kehadiran narasumber lintas bidang juga memberikan perspektif yang lebih luas kepada calon pengantin bahwa membangun keluarga membutuhkan kerja sama dan pengetahuan dari berbagai aspek kehidupan.
H. Yakhman Hulu menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah memberikan pembekalan kepada peserta. Ia berharap sinergi antara KUA, Puskesmas dan BKKBN dapat terus diperkuat sehingga pembinaan calon pengantin dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kita tentu mengapresiasi dukungan dari Puskesmas dan BKKBN dalam memberikan materi kepada calon pengantin. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena KUA tidak hanya berbicara tentang pelaksanaan pernikahan, tetapi juga bagaimana pasangan yang menikah memiliki bekal untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis dan berkualitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama kegiatan. Menurutnya, seluruh materi Bimwin akan lebih bermakna apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah pasangan memasuki kehidupan rumah tangga.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan. Jadikan Bimwin sebagai bekal untuk membangun komunikasi yang baik, saling menghargai, menjaga kesehatan keluarga dan merencanakan masa depan bersama,” pesannya.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi peserta, KUA Medan Johor turut memberikan sertifikat penghargaan kepada 14 pasang peserta Bimwin. Pemberian sertifikat tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pembekalan sebelum pernikahan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan kehidupan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Medan Johor berharap para calon pengantin dapat memasuki jenjang pernikahan dengan kesiapan yang lebih baik. Tidak hanya siap mengucapkan akad, tetapi juga siap menjalankan amanah sebagai pasangan suami istri serta membangun keluarga yang sehat, harmonis dan mampu memberikan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, KUA Medan Johor berkomitmen menghadirkan Bimwin yang tidak berhenti pada aspek administratif pernikahan. Pembinaan diarahkan agar calon pengantin memiliki bekal yang lebih komprehensif dalam menghadapi kehidupan rumah tangga sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas di tengah masyarakat.

