Medan (Humas) — Menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat dilakukan dengan menghadirkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah generasi muda. Pesan tersebut menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masjid Al Mubarak pada Sabtu (19/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Cinta kepada Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, dan Menebarkan Kebaikan di Tengah Generasi Muda”. Melalui momentum tersebut, jamaah diajak tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menerapkan nilai-nilai akhlak beliau dalam kehidupan.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Amri Sembiring, S.H.I. menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu dibuktikan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak beliau. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebaikan agar tetap tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. “Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak pujian dan shalawat, tetapi juga dengan berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Amri mengajak jamaah untuk mengenal Rasulullah SAW tidak hanya dari sejarah kehidupan beliau, tetapi juga dari akhlak yang ditunjukkan dalam berinteraksi dengan sesama. Sikap jujur, amanah, penyayang, sabar, dan senantiasa memberikan kebaikan menjadi teladan yang relevan untuk diterapkan oleh siapa pun. Selain itu, generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman agama yang baik agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. “Generasi muda harus mengenal Rasulullah sebagai sosok yang penuh kasih sayang, santun dalam perkataan, kuat dalam menghadapi ujian, dan selalu mengajak kepada kebaikan,” jelasnya.
Amri juga menekankan bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati orang tua, menjaga hubungan dengan sesama, berkata baik, serta menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain merupakan bentuk nyata dalam menerapkan akhlak Rasulullah. Sementara itu, lingkungan keluarga, masjid, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak. “Kalau kita ingin generasi muda mencintai Rasulullah, maka kita harus menghadirkan contoh akhlak Rasulullah dalam lingkungan mereka, bukan hanya menyampaikannya dalam bentuk nasihat,” katanya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Senada dengan hal itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kepedulian, persaudaraan, dan kontribusi positif dalam kehidupan sosial. Generasi muda dapat mengambil peran melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat serta menjadikan masjid sebagai salah satu ruang untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dapat terus hidup dan memberikan pengaruh positif bagi kehidupan generasi penerus.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan bersama jamaah. Peringatan tersebut diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus mendorong penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pesan tentang pentingnya membina generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, peduli, dan berkarakter. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus mendorong penguatan pemahaman agama yang dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.

