Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan yang tergabung dalam Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Khusus Anak Tanjung Gusta Medan, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual serta memotivasi warga binaan untuk memperbaiki diri melalui pemahaman tentang makna hijrah dalam Islam.
Bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan oleh Tgk. M. Nizamuddin (Medan Kota), Wan Fajar (Medan Polonia), Eliza Purba (Medan Amplas), dan Fitriani (Medan Tuntungan). Kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama dengan Pembina Warga Binaan, Purnama Laoly, S.H., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan di lingkungan lapas.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Tgk. M. Nizamuddin, menyampaikan materi bertema “Memahami Makna Hijrah.” Ia menjelaskan bahwa hakikat hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan meninggalkan segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah melalui taubat yang sungguh-sungguh, kesabaran, keikhlasan, dan istiqamah dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama. Menurutnya, masa pembinaan di lapas dapat menjadi momentum bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah SWT.’ Karena itu, hijrah yang sesungguhnya adalah meninggalkan segala bentuk perbuatan maksiat dan menggantinya dengan amal saleh. Jangan jadikan masa lalu sebagai penghalang untuk berubah, tetapi jadikanlah sebagai pelajaran agar mampu menata masa depan yang lebih baik dengan taubat, kesabaran, keikhlasan, dan istiqamah,” ujar Tgk. M. Nizamuddin.
Ia juga memberikan motivasi kepada para warga binaan agar tidak kehilangan harapan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ampunan Allah SWT selama memiliki tekad yang kuat untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan mendapat respons positif dari para warga binaan. Mereka mengikuti materi dengan antusias serta aktif berinteraksi dalam sesi pembinaan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui bimbingan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan tumbuh kesadaran untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama setelah kembali ke tengah masyarakat.

