Medan (Humas) – MAN 3 Medan turut mendukung pelaksanaan program ULOS PATEN (Uang Logam Sumatera Utara Pilah, Hitung, dan Edarkan) Tahap II yang merupakan program Bank Indonesia (BI) di Sumatera Utara. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengumpulan uang logam dari warga madrasah yang dilaksanakan mulai 22 September hingga akhir Oktober 2026. Program ini bertujuan memperlancar resirkulasi uang logam rupiah dengan mempertemukan ketersediaan (supply) dan kebutuhan (demand) uang logam di masyarakat.
ULOS PATEN merupakan salah satu upaya Bank Indonesia untuk mengoptimalkan peredaran kembali uang logam rupiah di tengah masyarakat. Pada tahap I, program tersebut telah diimplementasikan pada 20 sekolah pada jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat. Pada tahap II, pelaksanaan program diperluas dengan melibatkan satuan pendidikan, termasuk MAN 3 Medan, sebagai bagian dari ekosistem peredaran uang rupiah.
Dalam pelaksanaannya, MAN 3 Medan mengajak seluruh warga madrasah untuk mengumpulkan uang logam yang dimiliki selama periode kegiatan. Uang logam yang terkumpul setiap hari akan dihimpun dan dihitung berdasarkan nominalnya. Selanjutnya, uang logam tersebut akan ditukarkan dengan uang kertas sesuai dengan total nominal yang berhasil dikumpulkan.
Proses pengambilan uang logam dilakukan oleh pihak Indomaret yang merupakan perusahaan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam pelaksanaan program tersebut. Uang logam yang telah terkumpul di MAN 3 Medan akan diambil secara berkala untuk selanjutnya ditukarkan dengan uang kertas. Mekanisme ini diharapkan dapat membantu memastikan uang logam kembali beredar dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam transaksi sehari-hari.
Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program ULOS PATEN Tahap II di madrasah. “Kami menyambut baik program ULOS PATEN yang merupakan program Bank Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya mendukung kelancaran peredaran uang logam di masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik tentang pentingnya menjaga dan menggunakan rupiah dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengajak seluruh warga MAN 3 Medan untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan madrasah dalam ULOS PATEN dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa uang logam tetap memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan dalam transaksi sehari-hari. “Kami berharap seluruh warga madrasah dapat berpartisipasi sehingga program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Keikutsertaan MAN 3 Medan dalam ULOS PATEN Tahap II menjadi bagian dari dukungan madrasah terhadap upaya Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran peredaran rupiah di Sumatera Utara. Selain membantu proses resirkulasi uang logam, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman edukatif kepada peserta didik mengenai pengelolaan dan penggunaan uang rupiah. Melalui sinergi antara Bank Indonesia, madrasah, dunia usaha, dan masyarakat, program ULOS PATEN diharapkan dapat berjalan optimal hingga akhir pelaksanaannya.

