KUA Medan Sunggal dan YPSA Bersinergi Gelar Bimwin Pranikah Massal

Medan (Humas) – Pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Karena itu, kesiapan calon pengantin tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, sosial, dan ekonomi. Hal inilah yang menjadi perhatian KUA Kecamatan Medan Sunggal bersama Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pranikah massal bagi calon pengantin peserta program nikah massal.

Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., bekerja sama dengan YPSA melaksanakan Bimwin pranikah massal di Masjid Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), Jalan Dr. Mansyur Nomor 186, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 23 pasangan calon pengantin yang akan mengikuti program nikah massal dengan puncak pelaksanaan dijadwalkan pada 30 September 2026.

Kegiatan diawali oleh protokol, Ibu Merlin, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Yayasan Shafiyyatul Amaliyyah, Hj. Rahmawati yang akrab disapa Ummi Eti. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pengajian Annisa yang merupakan bagian dari keluarga besar YPSA dan tahun ini memperingati milad ke-25. “Tahun ini kita melaksanakan pernikahan massal dan puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal (30/0/ 2026). Hari ini kita melaksanakan bimbingan pernikahan atau Bimwin pranikah massal,” ujar Ummi Eti.

Selanjutnya, Ketua Pengajian Annisa, Ibu Imas, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh calon pengantin di YPSA. Ia juga mengapresiasi para peserta yang telah bersedia mengikuti program nikah massal sekaligus Bimwin pranikah. “Semoga kegiatan ini mendapat ridho dari Allah SWT dan ilmu yang disampaikan oleh Kepala KUA Medan Sunggal beserta para penyuluh agama Islam nantinya menjadi bekal bagi calon pengantin dalam membina rumah tangga,” ujar Imas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Bimwin pranikah massal oleh Kepala KUA Medan Sunggal H. Agus Salim. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa sebanyak 23 pasangan calon pengantin telah mengikuti program tersebut dan seluruhnya telah melengkapi persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Agus Salim juga memperkenalkan tim KUA Medan Sunggal yang memberikan materi dan pendampingan, yakni Penyuluh Agama Islam Drs. H. Fuji, M.A., dan Paidi, S.Ag., serta staf administrasi Muammar Lubis.

Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Fuji yang membahas tentang membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. “Untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, hal pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan niat bahwa pernikahan dilaksanakan untuk mengharapkan ridho Allah SWT,” ujar Fuji. Menurutnya, niat yang benar menjadi landasan penting dalam menjalani kehidupan rumah tangga, terutama ketika pasangan menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Paidi memberikan materi tentang keluarga dan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan dalam membangun rumah tangga. “Agar rumah tangga dapat berjalan sampai tua dan langgeng, diperlukan kesiapan ekonomi yang baik. Seorang suami memiliki tanggung jawab untuk mencari nafkah. Modal cinta dalam rumah tangga itu baik, tetapi akan semakin baik apabila disertai dengan ekonomi yang mapan,” ujar Paidi. Pada kesempatan tersebut, staf administrasi KUA Medan Sunggal Muammar Lubis juga melakukan pendataan dan pengecekan ulang kehadiran serta kesiapan para calon pengantin.
Kegiatan Bimwin pranikah massal tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Fauzi, salah seorang tokoh pendidikan di lingkungan YPSA.

Melalui kegiatan ini, KUA Medan Sunggal dan YPSA tidak hanya memfasilitasi pelaksanaan program nikah massal, tetapi juga memberikan pembekalan kepada calon pengantin agar memahami tanggung jawab, hak dan kewajiban, serta kesiapan dalam membangun keluarga. Dengan bekal spiritual, pengetahuan kehidupan berumah tangga, dan kesiapan ekonomi, diharapkan 23 pasangan calon pengantin mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta menjalani kehidupan rumah tangga secara harmonis dan bertanggung jawab.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *