Medan (Humas) – Kepedulian terhadap sesama diwujudkan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Masdar Tambusai, S.Ag., dengan mengunjungi pasien yang sedang menjalani perawatan di RS Martha Friska, Selasa (22/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat, doa, serta buah tangan kepada pasien dan keluarga yang mendampingi. Kehadiran penyuluh di tengah pasien diharapkan dapat memberikan penguatan moril dan menghadirkan rasa tenang selama menjalani masa perawatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Masdar Tambusai menyampaikan bahwa kondisi sakit merupakan salah satu keadaan yang membutuhkan kesabaran, ketabahan, serta dukungan dari orang-orang di sekitar. Menurutnya, perhatian sederhana dapat memberikan semangat tersendiri bagi pasien dalam menjalani proses pemulihan. “Kita datang untuk memberikan semangat dan doa kepada pasien agar tetap kuat, sabar, dan tidak kehilangan harapan selama menjalani perawatan,” ujar Masdar Tambusai. Ia juga mendoakan agar pasien diberikan kesembuhan dan kesehatan sehingga dapat kembali beraktivitas bersama keluarga.
Selain itu, Masdar mengingatkan keluarga agar terus memberikan dukungan kepada pasien dengan penuh kasih dan kesabaran. Ia menilai keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien melewati masa-masa sulit selama menjalani pengobatan. “Dukungan keluarga sangat berarti bagi pasien, karena perhatian, doa, dan kasih sayang dari keluarga dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi proses penyembuhan,” katanya. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pasien tidak menghadapi kondisi tersebut seorang diri.
Sementara itu, pemberian buah tangan kepada pasien menjadi bentuk perhatian sederhana yang diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan semangat. Masdar Tambusai menyampaikan bahwa kepedulian kepada orang yang sedang mengalami kesulitan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dengan memberikan waktu untuk hadir dan mendengarkan. “Semoga buah tangan ini dapat diterima sebagai bentuk kepedulian dan perhatian, serta menjadi penyemangat bagi pasien agar tetap kuat menjalani perawatan,” tuturnya. Senada dengan hal itu, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai keagamaan yang perlu terus ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Masdar juga mengajak keluarga dan pasien untuk tetap memelihara harapan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan. Menurutnya, doa dan ikhtiar perlu berjalan beriringan sebagai bagian dari usaha memperoleh kesembuhan. Selain itu, kondisi sakit dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesabaran, meningkatkan rasa syukur, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dukungan spiritual diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga menghadapi masa perawatan dengan lebih tenang dan penuh harapan.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kepedulian antara penyuluh, pasien, serta keluarga. Melalui doa, pemberian semangat, dan buah tangan, diharapkan pasien memperoleh tambahan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan di tengah masyarakat juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat, khususnya dalam menghadirkan penguatan spiritual pada berbagai situasi kehidupan. Pasien dan keluarga diharapkan senantiasa diberikan kesehatan, ketabahan, serta kemudahan hingga dapat kembali berkumpul dan beraktivitas bersama dengan baik.

