Melalui Amsal 1:7, Kemenag Medan Tanamkan Hikmat dan Takut Akan Tuhan kepada Anak Panti Asuhan

Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan karakter dan kehidupan spiritual masyarakat melalui pelayanan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan, termasuk anak-anak panti asuhan. Melalui kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan di Panti Asuhan Sendoro, Jalan Antariksa Nomor 2, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, pada Kamis (23/7/2026), para Penyuluh Agama Kristen mengajak peserta memahami makna firman Tuhan dari Amsal 1:7 sebagai dasar membangun hikmat, karakter, dan kehidupan yang takut akan Tuhan. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kota Medan dalam menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan.

Kegiatan pembinaan diikuti dengan penuh khidmat oleh anak-anak panti asuhan dan para penyuluh agama. Ibadah dipandu oleh Amin Murni Zebua, S.Pd. sebagai pembawa acara, doa pembuka dipimpin Liza Eviyanti Berutu, S.Pd.K., doa syafaat dipimpin Fitri Handayani Berutu, S.Pd., dan doa penutup dipimpin Fitri Marina, S.Pd. Firman Tuhan disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Sri Alvionita Surbakti, S.Pd.K.

Dalam khotbahnya, Sri Alvionita Surbakti menjelaskan bahwa Amsal 1:7 mengajarkan pentingnya menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Menurutnya, hikmat sejati tidak hanya diperoleh melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui kehidupan yang menghormati dan menaati Tuhan. “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Ketika kita hidup dengan menghormati Tuhan dan menaati firman-Nya, maka Tuhan akan memberikan hikmat untuk menjalani kehidupan dengan benar dan penuh kasih,” ujarnya.

Sri Alvionita juga mengajak anak-anak panti asuhan agar terus bertumbuh dalam iman dan tidak pernah berhenti belajar melakukan kebaikan. Ia menegaskan bahwa kehidupan yang dilandasi hikmat Tuhan akan membentuk karakter yang kuat, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. “Anak-anak adalah pribadi yang berharga di hadapan Tuhan. Teruslah belajar, rajin berdoa, menghormati orang lain, dan jadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan,” katanya.

Seluruh rangkaian pembinaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita. Anak-anak panti asuhan mengikuti ibadah dengan antusias, mendengarkan penyampaian firman Tuhan, serta bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur dan harapan agar senantiasa diberikan hikmat dalam menjalani kehidupan. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan semakin mempererat semangat persaudaraan dan kepedulian di antara seluruh peserta.

Melalui pembinaan rohani ini, Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, hikmat, dan takut akan Tuhan kepada generasi muda. Peran aktif Penyuluh Agama Kristen diharapkan mampu menghadirkan penguatan spiritual sekaligus membentuk karakter anak-anak agar bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Semangat pembinaan yang berkelanjutan ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang bermanfaat dan menyentuh kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *