Melalui Lukas 4:1–13, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Ajak Warga Binaan Perkuat Iman

Medan (Humas) – Keteguhan iman menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai pencobaan dan tantangan kehidupan, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan dalam pembinaan rohani bagi warga binaan Rumah Tahanan Perempuan Kelas IIA Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Verawati Butar-Butar, M.Pd., sebagai pengkhotbah dengan menyampaikan Firman Tuhan dari Lukas 4:1–13. Melalui perikop tersebut, warga binaan diajak memahami pentingnya tetap teguh dalam iman ketika menghadapi godaan dan berbagai ujian kehidupan.

Verawati menjelaskan bahwa Lukas 4:1–13 mengisahkan Yesus yang mengalami pencobaan setelah berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun. Dalam menghadapi setiap pencobaan, Yesus tetap berpegang pada firman Tuhan dan tidak mengikuti tawaran yang bertentangan dengan kehendak Allah. “Melalui kisah ini, kita belajar bahwa iman perlu terus diperkuat agar kita mampu menghadapi berbagai pencobaan tanpa kehilangan arah dan tetap berpegang kepada Tuhan,” ujarnya. Selain itu, keteguhan Yesus dalam menghadapi pencobaan menjadi teladan agar setiap orang tidak mudah menyerah ketika berhadapan dengan keadaan yang sulit.

Lebih lanjut, Verawati mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan semakin mendekatkan kehidupan kepada Tuhan. Menurutnya, keadaan yang sedang dihadapi bukan menjadi alasan untuk kehilangan harapan, melainkan dapat menjadi ruang untuk melakukan perenungan dan perubahan. “Jangan melihat masa lalu sebagai alasan untuk berhenti berharap, tetapi jadikan setiap proses yang dijalani sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan memperbaiki kehidupan,” katanya. Senada dengan hal itu, kekuatan iman diharapkan dapat membantu warga binaan menjalani proses pembinaan dengan kesabaran, ketekunan, dan pengharapan.

Dalam pembinaan tersebut, warga binaan juga diajak untuk membangun kebiasaan berdoa serta semakin dekat dengan firman Tuhan. Verawati menyampaikan bahwa kehidupan iman tidak hanya ditunjukkan ketika seseorang berada dalam keadaan baik, tetapi juga ketika mampu tetap percaya di tengah kesulitan. “Ketika kita menghadapi ujian, jangan berhenti berdoa dan jangan kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, karena setiap proses dapat menjadi bagian dari pembentukan diri kita,” tuturnya. Selain itu, penguatan iman diharapkan dapat menumbuhkan sikap lebih sabar, mampu mengendalikan diri, dan memiliki harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan pembinaan rohani tersebut berlangsung dengan dukungan sejumlah petugas pelayanan, yakni Junita Tumanggor sebagai pembawa acara, Trida Mandalahi yang memimpin doa syafaat, serta Dr. Saronisa Ginting dalam doa berkat dan penutup. Kehadiran unsur pelayanan tersebut turut mendukung suasana pembinaan agar berlangsung dengan tertib dan penuh perenungan. Materi yang disampaikan melalui Lukas 4:1–13 menjadi bagian penting dalam menguatkan pesan tentang keteguhan iman dan kemampuan menghadapi pencobaan. “Kiranya firman Tuhan yang kita dengarkan hari ini dapat menjadi kekuatan dan pengingat untuk terus berjalan dalam iman,” ujar Verawati.

Pembinaan rohani bagi warga binaan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan penguatan dalam menjalani proses pembinaan. Pesan dari Lukas 4:1–13 dapat menjadi bahan perenungan untuk membangun keteguhan hati ketika menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, warga binaan diharapkan semakin memiliki semangat untuk memperbaiki diri, menjaga pengharapan, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Penguatan iman menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses perubahan dan pembentukan sikap positif selama menjalani masa pembinaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *