Melalui Pesan 2 Petrus 1:3, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Kuatkan Iman Warga Binaan

Medan (Humas) — Penguatan iman dan pengharapan menjadi bagian penting dalam pelayanan keagamaan bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan. Hal tersebut diwujudkan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melalui Pelayanan Rohani atau Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi warga binaan di Polsek Medan Timur, Rabu (2/9/2026). Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, membangun keyakinan akan masa depan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian yang dipimpin Mateus Brian Purba, S.Th., dan diikuti warga binaan dengan tertib serta penuh perhatian. Suasana kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan oleh Jepri Hutabarat, S.Th., yang mengangkat pesan dari 2 Petrus 1:3. Ayat tersebut menegaskan bahwa kuasa ilahi Tuhan telah menganugerahkan segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan dan kesalehan manusia, sehingga setiap orang memiliki bekal untuk menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak-Nya. “Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kuasa Tuhan sanggup menolong kita menjalani kehidupan yang lebih baik. Tuhan tetap memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berubah, bertumbuh, dan memperbaiki kehidupannya,” ujar Jepri.

Jepri menjelaskan bahwa masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan iman maupun pengharapan terhadap masa depan. Kesalahan yang pernah dilakukan tentu memiliki konsekuensi, tetapi hal tersebut bukan berarti menutup kesempatan seseorang untuk melakukan perubahan. Menurutnya, pertobatan dan perubahan harus dimulai dari kemauan untuk mengenal Tuhan serta diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan berpikir bahwa keadaan kita hari ini menentukan seluruh masa depan kita. Selama masih ada kesempatan, mari mulai melakukan perubahan dari sekarang dan menyerahkan masa depan kita kepada Tuhan,” pesannya.

Lebih lanjut, Jepri mengajak warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri sekaligus membangun karakter yang lebih baik. Nilai-nilai yang disampaikan melalui Firman Tuhan dapat diwujudkan dalam berbagai tindakan sederhana, seperti berkata jujur, menghargai sesama, mengendalikan emosi, belajar mengampuni, dan bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil. Menurutnya, perubahan yang nyata tidak selalu dimulai dari hal-hal besar, tetapi dari kemauan untuk memperbaiki sikap setiap hari. “Mulailah dari sekarang dengan belajar berkata jujur, menghargai orang lain, mengendalikan emosi, mengampuni, dan bertanggung jawab. Perubahan kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik,” lanjutnya.

Selain penyampaian Firman Tuhan, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan doa syafaat yang dipimpin Yohana Sitompul dengan mendoakan warga binaan, keluarga, serta jajaran Polsek Medan Timur. Pelayanan kemudian dilanjutkan dengan konseling rohani yang dilayani Debora Br. Pandia sebagai ruang pendampingan bagi warga binaan yang ingin menyampaikan pergumulan, kekhawatiran, maupun harapan secara pribadi. Kehadiran konseling tersebut menjadi bagian dari upaya penyuluh untuk memberikan pelayanan yang lebih menyeluruh, tidak hanya melalui ibadah bersama tetapi juga melalui pendampingan secara personal.

Melalui rangkaian pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan berupaya menghadirkan penguatan iman sekaligus membangun kesadaran warga binaan mengenai pentingnya perubahan karakter. Pendampingan rohani diharapkan dapat membantu mereka menjalani masa pembinaan dengan lebih tenang dan penuh pengharapan, sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Jepri menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama memiliki kemauan dan kesungguhan untuk menjalani proses tersebut. “Masa pembinaan ini hendaknya tidak hanya dipandang sebagai masa untuk menjalani konsekuensi dari kesalahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, berubah, dan mempersiapkan kehidupan yang baru,” tuturnya.

Kegiatan Bimroh berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh sukacita hingga seluruh rangkaian pelayanan selesai dilaksanakan. Pesan dari 2 Petrus 1:3 menjadi pengingat bagi warga binaan bahwa Tuhan memberikan anugerah dan kekuatan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Melalui pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus berupaya menanamkan nilai iman, kasih, pengharapan, tanggung jawab, serta semangat perubahan kepada masyarakat, termasuk warga binaan. Dengan penguatan tersebut, warga binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik untuk bertumbuh, memperbaiki diri, dan membangun masa depan yang lebih baik bersama Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *