Medan (Humas) Dalam upaya menggapai kedekatan dengan Allah SWT, Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Sunggal Dr. Iqbal Habibie Siregar, MA menyampaikan ceramah agama ba’da salat Maghrib di Masjid Istiqomah, JL.Beringin Gang Mushola, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah setempat yang antusias mendengarkan tausiyah bertema perjalanan spiritual menuju Allah SWT.
Dalam ceramahnya, Iqbal Habibie Siregar mengangkat tema tentang golongan salik, yaitu orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa menjadi seorang salik bukan hanya sebatas niat, tetapi harus melalui proses pembinaan ruhani yang terarah dan berkesinambungan.
Perjalanan ini menuntut kesungguhan, kesabaran, serta bimbingan dari guru yang memiliki otoritas keilmuan dan spiritual.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa terdapat tujuh komponen penting dalam perjalanan seorang salik. Ketujuh komponen tersebut meliputi mursyid (guru pembimbing), murid (orang yang dibimbing), baiat (janji setia), silsilah (rantai keilmuan yang bersambung), wirid (amalan yang istiqamah), tempat (lingkungan yang mendukung), serta adab (etika dalam menempuh jalan spiritual). Semua komponen ini saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam membangun kedekatan dengan Allah SWT.
“Ia menegaskan, seorang salik tidak bisa berjalan sendiri tanpa bimbingan. Mursyid menjadi penunjuk arah agar perjalanan menuju Allah tidak tersesat. Selain itu, adab menjadi kunci utama, karena tanpa adab, ilmu dan amalan tidak akan membawa keberkahan,” ujar Iqbal Habibie Siregar dalam ceramahnya.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya menata hati dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui jalan yang benar.
Menjadi seorang salik adalah proses spiritual yang memerlukan kesungguhan, bimbingan, serta komitmen dalam menjaga amalan dan adab, sehingga tujuan akhir berupa kedekatan dengan Allah SWT dapat tercapai dengan penuh keberkahan.(Paidi).

