Medan (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Medan turut ambil bagian dalam Pelatihan dan Bimbingan Sekolah Adiwiyata yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara pada 9–10 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan hidup sekaligus mendukung terwujudnya sekolah berbudaya lingkungan.
Pelatihan yang berlangsung di Kota Medan tersebut diikuti oleh sekitar 75 sekolah dasar negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Kota Medan. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan lingkungan sekolah, pengurangan sampah, penguatan budaya hidup bersih, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan program Adiwiyata.

Salah satu narasumber, M. Iscar dari Bank Sampah Induk Sicanang, menyampaikan pentingnya peran dunia pendidikan dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan.
“Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan. Melalui program Adiwiyata, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibiasakan untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, MIN 1 Kota Medan diwakili oleh Plt. Kepala MIN 1 Kota Medan, Ali Sanusi Rambe, M.Pd., yang didampingi Khairul Saleh Harahap, M.Pd., bersama tim Adiwiyata madrasah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Ali Sanusi Rambe menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, seluruh tim dapat memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dan mengimplementasikan program-program lingkungan secara lebih optimal di madrasah. Anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan agar mampu menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang belakangan ini sering diwarnai curah hujan tinggi. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam mengurangi risiko berbagai dampak yang ditimbulkan oleh perubahan kondisi alam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Melvi Malabayana, S.T., M.Si., saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Keberhasilan program Adiwiyata tidak hanya ditentukan oleh penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana sekolah mampu menanamkan budaya peduli lingkungan kepada seluruh warga sekolah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada sesi akhir, peserta mendapatkan pendampingan terkait penggunaan Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) yang disampaikan oleh M. Nuh Hasibuan. Materi tersebut memberikan pemahaman tentang tata cara pengisian data dan pengelolaan dokumen sekolah Adiwiyata melalui platform digital yang kini digunakan dalam proses penilaian.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak sekolah di Kota Medan yang mampu mengembangkan program Adiwiyata secara optimal serta menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Partisipasi MIN 1 Kota Medan dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mendukung gerakan peduli lingkungan sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter cinta lingkungan, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan kehidupan di masa depan.

