Mutiara Sore RRI Pro 4, Penyuluh KUA Medan Sunggal Bahas Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan dakwah melalui siaran RRI Pro 4 FM dalam program Mutiara Sore, Yang beralamat di JL. Gatot Subroto, No. 214, Kelurahan Sikambing C II Kota Medan, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dan didampingi oleh operator RRI Pro 4 FM, Momy.

Paidi menjelaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar tanggal yang tercantum dalam kalender, melainkan momentum penting untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Menurutnya, peringatan setiap 1 Oktober mengajak masyarakat untuk kembali mengingat berbagai peristiwa sejarah bangsa yang berkaitan dengan upaya mempertahankan ideologi negara.
“Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar tanggal biasa di kalender. Ini merupakan momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa serta meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Kesaktian Pancasila bukan pada hal-hal yang bersifat mistis, melainkan pada kekuatan nilai-nilainya yang mampu menjadi perekat bangsa di tengah berbagai ancaman perpecahan,” ujar Paidi.

Lebih lanjut, Paidi menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Pertama, menjaga toleransi dengan menghargai perbedaan pendapat, keyakinan, dan latar belakang yang ada di tengah masyarakat. Sikap tersebut penting untuk menciptakan kehidupan sosial yang rukun dan damai.

Kedua, masyarakat perlu bersama-sama melawan hoaks dengan tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Informasi palsu dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berpotensi memecah persatuan. Ketiga, semangat gotong royong harus terus dijaga melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar sebagai wujud nyata pengamalan nilai keadilan sosial.
“Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga toleransi, melawan hoaks, dan membangun semangat gotong royong merupakan bentuk sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan yang adil, damai, dan harmonis,” tambah Paidi.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh agama yang terus menjalankan tugas dakwah melalui berbagai media, termasuk siaran radio. Ia berharap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui RRI Pro 4 FM dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan kedamaian.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Kami berterima kasih kepada para penyuluh agama yang terus menyampaikan dakwah yang mempersatukan umat serta menjaga kerukunan dan kedamaian di negeri ini. Semoga masyarakat yang mendengarkan dakwah ini dapat mengamalkan nilai kedamaian, ketenangan, kepedulian sosial, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Agus Salim.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat persatuan melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Melalui toleransi, bijak menyikapi informasi, serta semangat gotong royong dan kepedulian sosial, masyarakat dapat bersama-sama menjaga kerukunan dan memperkokoh persatuan bangsa menuju kehidupan yang berdaulat, adil, dan makmur.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *