PAI Kemenag Medan Ajak Jamaah STM Darul Hikmah Jauhi Maksiat Zahir untuk Raih Ketakwaan

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus mengintensifkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh). Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan bersama jamaah STM Darul Hikmah yang terdiri dari kaum bapak dan ibu di Jalan Denai Gang Bilal, Kecamatan Medan Denai, Selasa (2/6/2026) malam ba’da Isya.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Bapak Hendrawan tersebut berjalan dalam suasana penuh keakraban dan semangat menuntut ilmu. Jamaah tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang diawali dengan pembukaan oleh Syahrial selaku protokol.

Ketua STM Darul Hikmah, Drs. H. Syahmuni, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk terus memakmurkan majelis ilmu sebagai sarana meningkatkan keimanan dan memperdalam pemahaman agama.

“Majelis ilmu merupakan tempat terbaik untuk memperbaiki diri dan menambah bekal kehidupan. Mari kita terus istiqamah menghadiri pengajian agar iman semakin kuat dan kehidupan kita senantiasa diberkahi Allah SWT,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan materi bertema “Kiat Menjauhi Maksiat Zahir.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa maksiat zahir adalah berbagai bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota badan dan tampak secara nyata, seperti memandang sesuatu yang diharamkan, berkata dusta, menggunjing, menyakiti orang lain, serta berbagai bentuk kemaksiatan lainnya yang bertentangan dengan syariat Islam.

Menurutnya, menjaga diri dari maksiat zahir merupakan salah satu langkah penting dalam membentuk pribadi muslim yang bertakwa dan berakhlak mulia.

“Maksiat yang tampak sering kali dianggap sepele, padahal dari hal-hal kecil itulah lahir dosa-dosa yang lebih besar. Karena itu, seorang muslim harus mampu menjaga pandangan, lisan, dan seluruh perilakunya agar tetap berada dalam koridor yang diridhai Allah SWT,” jelasnya.

Khoiruz Zaman menambahkan bahwa terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari maksiat zahir, di antaranya menjaga pandangan, mengontrol lisan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, memperbanyak ilmu agama, serta membiasakan diri dengan amalan-amalan ibadah.

“Ketika seseorang mampu menjaga pandangan, lisan, dan perbuatannya, sesungguhnya ia sedang menjaga kebersihan hatinya. Sebab hati yang bersih akan lebih mudah menerima petunjuk dan hidayah dari Allah SWT,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun secara tersembunyi.

“Kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui setiap perbuatan kita merupakan benteng terkuat untuk menjauhi kemaksiatan. Jika rasa muraqabah atau merasa diawasi Allah tertanam dalam hati, maka seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak,” katanya.

Sebagai penguat materi, Khoiruz Zaman mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari).

Menurutnya, makna hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju kehidupan yang lebih taat dan dekat kepada Allah SWT.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari jamaah terkait tantangan menjaga diri dari kemaksiatan di era digital dan media sosial yang semakin berkembang. Diskusi yang hidup menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap upaya memperkuat keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Bimluh ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga anggota badan dari berbagai perbuatan yang dilarang agama, sehingga tercipta kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam ketaatan, dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan, serta senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *