Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus mengintensifkan pembinaan keagamaan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui tausiyah rutin yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Marelan, H. Husein Ali, di Masjid UNIVA Medan, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para jamaah Masjid UNIVA Medan itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan iman dan takwa sebagai landasan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan perubahan sosial.
Dalam penyampaiannya, H. Husein Ali menegaskan bahwa kemajuan zaman hendaknya tidak menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai agama. Sebaliknya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas manfaat bagi sesama, serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
“Tantangan zaman saat ini semakin kompleks. Karena itu, setiap muslim harus terus meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT. Dengan iman yang kokoh, kita akan mampu menyaring setiap pengaruh yang datang, menjaga akhlak, serta tetap istiqamah menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H. Husein Ali.
Ia menjelaskan bahwa iman dan takwa merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia. Menurutnya, seseorang yang memiliki keimanan yang kuat akan mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham maupun perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Kemajuan teknologi adalah anugerah yang harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai perkembangan zaman justru membuat kita lalai dari salat, jauh dari Al-Qur’an, dan lemah dalam menjaga akhlak. Jadikan iman sebagai kompas agar setiap langkah yang kita ambil tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT,” tambahnya.
Selain itu, H. Husein Ali mengajak jamaah untuk terus memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi sarana menuntut ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat. Dari masjid lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, mari kita istiqamah menghadiri majelis ilmu dan menjadikan masjid sebagai tempat membangun keimanan sekaligus mempererat persaudaraan,” pesannya.
Tausiyah berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian serta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam pada masa kini. Suasana yang hangat dan interaktif menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkuat komitmen dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus berkomitmen menghadirkan edukasi keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan, masyarakat semakin memahami nilai-nilai Islam, memiliki keimanan dan ketakwaan yang kokoh, serta mampu menjadi pribadi yang bijaksana dalam memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemaslahatan umat.

