Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Melalui kegiatan pendampingan rohani di Rumah Sakit Muhammadiyah Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026), para penyuluh memberikan motivasi, doa, serta penguatan spiritual kepada pasien dan keluarga agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam mendampingi seorang pasien muda yang mengalami cedera pada bagian punggung saat mengikuti pendidikan di salah satu sekolah kedinasan. Selain memberikan penguatan kepada pasien, para penyuluh juga berdialog dengan keluarga untuk memberikan motivasi agar tetap sabar, terus mendampingi proses pengobatan, serta senantiasa mengiringi setiap ikhtiar dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, M. Iqbal, menyampaikan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT mengandung hikmah dan menjadi sarana bagi seorang hamba untuk meningkatkan keimanan serta mendekatkan diri kepada-Nya. Menurutnya, sikap optimistis, sabar, dan tawakal merupakan modal penting yang dapat membangkitkan semangat pasien dalam menjalani proses penyembuhan.
“Kami ingin mengajak setiap pasien untuk tetap optimistis menjalani proses pemulihan. Sakit bukanlah akhir dari harapan, tetapi menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Teruslah berikhtiar, berdoa, dan yakinlah bahwa setiap ujian yang Allah berikan selalu disertai jalan keluar serta kemudahan,” ujar M. Iqbal.
Ia menambahkan bahwa pendampingan rohani merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan ketenangan batin kepada pasien. Menurutnya, ketika hati dipenuhi rasa yakin kepada Allah SWT, seseorang akan lebih kuat menghadapi ujian dan lebih siap menjalani setiap tahapan pengobatan.
“Ikhtiar medis dan ikhtiar spiritual harus berjalan beriringan. Ketika seseorang tetap menjaga salat, memperbanyak doa, dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT, insyaallah akan tumbuh ketenangan hati yang menjadi kekuatan dalam menghadapi setiap ujian,” tambahnya.
Senada dengan itu, Syarifuddin Pasaribu mengingatkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membantu proses pemulihan pasien. Kehadiran keluarga yang terus memberikan perhatian, semangat, dan doa akan menjadi kekuatan tersendiri bagi pasien untuk tetap bertahan dan tidak kehilangan harapan.
“Kesembuhan tidak hanya diupayakan melalui pengobatan, tetapi juga melalui doa, kesabaran, dan hati yang penuh pengharapan. Kami berharap pasien dan keluarga terus menjaga semangat, karena Allah SWT senantiasa bersama hamba-Nya yang sabar dan tidak pernah berputus asa,” tutur Syarifuddin Pasaribu.
Suasana pendampingan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran para Penyuluh Agama Islam disambut baik oleh pasien dan keluarga yang merasa terhibur serta memperoleh motivasi untuk tetap kuat menjalani proses pengobatan. Orang tua pasien juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian, doa, serta penguatan yang diberikan oleh para penyuluh.
Adapun Penyuluh Agama Islam yang bertugas dalam kegiatan tersebut merupakan tim lintas unsur yang terdiri atas M. Iqbal, Heriansani, Syarifuddin Pasaribu, Wan Nur Ainun, Mahmud Alkausari Pulungan, Mahmud Hasan, Nadiah Masruroh, dan Leonhard. Sinergi para penyuluh ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh aspek spiritual masyarakat. Pendampingan rohani diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta membangun optimisme pasien dan keluarga untuk terus berikhtiar, bersabar, dan bertawakal kepada Allah SWT selama menjalani proses pemulihan.

