PAI KUA Medan Denai Ajak Orang Tua Meneladani Nasihat Luqman dalam Mendidik Generasi Berakhlak

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai terus menguatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan. Kali ini, pembinaan dilaksanakan bersama Majelis Taklim Kaum Ibu Aceh Sepakat di Gedung Aceh Sepakat, Jalan Tuba I, Kecamatan Medan Denai, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti oleh 15 peserta. Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol Hj. Rahmah, dilanjutkan sambutan Ketua Majelis Taklim Kaum Ibu Aceh Sepakat Hj. Mariani, penyampaian materi penyuluhan, sesi diskusi dan tanya jawab, serta ditutup dengan doa yang dipimpin Khoiruz Zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Syaiful Akhyar, S.H.I., menyampaikan materi bertajuk “Meneladani Hikmah Luqman: Membangun Karakter Anak melalui Pendidikan Tauhid dan Akhlak.” Materi tersebut mengajak para orang tua, khususnya para ibu, untuk menjadikan nasihat Luqman Al-Hakim sebagaimana termaktub dalam Surah Luqman ayat 12–19 sebagai pedoman utama dalam mendidik anak di tengah tantangan kehidupan modern.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pendidikan keluarga harus dimulai dari penguatan tauhid. Penanaman akidah yang benar sejak dini akan menjadi fondasi utama bagi anak untuk tumbuh sebagai pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan dan pengaruh negatif perkembangan zaman.

Selain membangun keimanan, Luqman juga mengajarkan pentingnya membiasakan anak mendirikan salat, berbakti kepada kedua orang tua, memiliki kepedulian sosial melalui amar makruf nahi mungkar, bersabar menghadapi berbagai ujian kehidupan, serta menjaga akhlak dengan menjauhi sifat sombong, bertutur kata dengan lembut, dan senantiasa bersikap rendah hati.

Syaiful Akhyar menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh banyaknya nasihat yang diberikan, tetapi juga oleh keteladanan yang diperlihatkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

“Di era yang penuh tantangan seperti sekarang, orang tua memiliki peran yang sangat strategis sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Nilai-nilai tauhid dan akhlak harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui keteladanan dalam ibadah, perilaku, dan cara berinteraksi di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kisah Luqman Al-Hakim memberikan pelajaran yang sangat relevan sepanjang zaman karena memadukan pendidikan keimanan, ibadah, akhlak, serta tanggung jawab sosial dalam membentuk karakter generasi penerus.

“Apabila keluarga mampu menjadi madrasah pertama yang menghadirkan suasana religius, penuh kasih sayang, dan memberikan contoh yang baik, insya Allah akan lahir generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta siap menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim,” tambahnya.

Ketua Majelis Taklim Kaum Ibu Aceh Sepakat, Hj. Mariani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Medan Denai yang secara rutin memberikan pembinaan kepada masyarakat. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat karena menyentuh persoalan yang dihadapi para orang tua dalam mendidik anak di era digital.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena memberikan bekal yang sangat berharga bagi para ibu dalam membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta memiliki akhlak yang baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai berharap para anggota majelis taklim dapat mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam nasihat Luqman di lingkungan keluarga. Dengan demikian, keluarga benar-benar menjadi madrasah pertama yang melahirkan generasi beriman, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PAI KUA Kecamatan Medan Denai dalam memperkuat fungsi penyuluhan keagamaan serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama melalui pembinaan yang berkesinambungan dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *