Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Komala Dewi, dan Nurlely melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Medan pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ikhlas dalam Ibadah” sebagai upaya membina mental spiritual warga binaan agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan ibadah sebagai sarana memperbaiki diri.
Dalam penyampaiannya, Heriansyah Harahap menjelaskan bahwa keikhlasan merupakan ruh dari setiap amal ibadah. Menurutnya, ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah akan memberikan ketenangan hati dan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Ia juga mengajak para warga binaan untuk tidak pernah putus asa dari rahmat Allah dan terus memperbaiki kualitas ibadah meskipun sedang menjalani masa pembinaan.
“Ibadah yang diterima Allah bukan hanya dinilai dari banyaknya amalan, tetapi dari keikhlasan hati. Ketika seseorang beribadah hanya mengharap ridha Allah SWT, maka setiap amal akan bernilai besar di sisi-Nya. Jangan pernah berhenti berharap kepada Allah, karena pintu taubat dan kasih sayang-Nya selalu terbuka,” ujar Heriansyah Harahap di hadapan para peserta.
Sementara itu, Komala Dewi mengingatkan bahwa keikhlasan harus diwujudkan dalam setiap bentuk ibadah, baik salat, membaca Al-Qur’an, berzikir maupun berbuat baik kepada sesama. Menurutnya, hati yang ikhlas akan melahirkan pribadi yang sabar, rendah hati, serta mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
“Keikhlasan membuat hati menjadi tenang dan ibadah terasa ringan. Jangan menjadikan ibadah sebagai beban, tetapi jadikan sebagai kebutuhan dan bentuk rasa syukur kepada Allah atas kesempatan hidup yang masih diberikan. Allah melihat hati dan niat setiap hamba-Nya,” tutur Komala Dewi.
Pada kesempatan yang sama, Nurlely mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan bimbingan keagamaan dapat diamalkan secara istiqamah sehingga menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. “Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Mulailah dengan memperbaiki niat, memperbanyak ibadah yang ikhlas, dan terus berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, serta agama,” ungkap Nurlely.
Kegiatan bimbingan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti secara antusias oleh warga binaan LPKA Medan. Para peserta aktif berdialog, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pengalaman tentang upaya memperbaiki kualitas ibadah selama menjalani pembinaan. Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berharap nilai-nilai keikhlasan dapat tertanam kuat dalam diri setiap warga binaan sehingga menjadi bekal membangun kehidupan yang lebih baik, berakhlak mulia, dan semakin dekat kepada Allah SWT.

