Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Johor Perkuat Literasi Al-Qur’an

Medan (Humas) — Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an terus dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Johor melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Hal tersebut diwujudkan melalui Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Johor, Komarul Anwar, S.H.I. dan Hidayat Arif, S.Sos.I., di Majelis Ta’lim PWBI Kelas Kwala Bekala, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat materi tentang pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bertepatan dengan 22 Rabiul Awal 1448 H. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Komarul Anwar menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim karena Al-Qur’an menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, keterbatasan kemampuan membaca Al-Qur’an tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti belajar. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar membaca Al-Qur’an, yang terpenting adalah kemauan dan kesungguhan untuk terus belajar,” ujar Komarul. Ia berharap jamaah dapat mengikuti pembelajaran secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Selain itu, Komarul menjelaskan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an membutuhkan kesabaran dan latihan yang dilakukan secara konsisten. Proses pembelajaran dapat dimulai dari mengenal huruf hijaiyah, tanda baca, hingga kemampuan membaca ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar. “Kita belajar sedikit demi sedikit, mulai dari mengenal huruf dan tanda baca, kemudian berlatih membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan secara rutin akan membantu jamaah semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an.

Sementara itu, Hidayat Arif mengajak jamaah untuk menjadikan belajar Al-Qur’an sebagai kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai lingkungan majelis ta’lim dapat menjadi wadah yang baik untuk membangun semangat belajar sekaligus saling memberikan motivasi. “Membaca Al-Qur’an harus dibiasakan, karena semakin sering kita belajar dan berlatih, insyaallah kemampuan kita akan semakin baik,” tuturnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam proses pembelajaran.

Senada dengan hal itu, Hidayat menyampaikan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur’an membutuhkan dukungan bersama, baik dari keluarga maupun lingkungan masyarakat. Menurutnya, keberadaan majelis ta’lim dapat membantu masyarakat memperoleh bimbingan sekaligus membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an. “Majelis ta’lim memiliki peran penting dalam membantu jamaah belajar Al-Qur’an, sehingga kita harus saling mendukung dan memberikan semangat kepada mereka yang masih dalam tahap belajar,” katanya. Selain meningkatkan kemampuan membaca, pembelajaran Al-Qur’an juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan jamaah terhadap Al-Qur’an.

Melalui kegiatan Bimluh tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Johor terus berupaya memberikan pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan pembelajaran yang rutin dan mudah diikuti. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman jamaah terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *