Medan (Humas) — Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan memberikan dukungan spiritual kepada anak-anak binaan, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melaksanakan kegiatan pendampingan rohani di Panti Asuhan Ora Et Labora, Jalan Danau Toba No. 4, Kecamatan Medan Barat, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Penyuluh Agama Kristen Daminta Berutu, S.Th., pengurus panti asuhan, serta seluruh anak binaan. Melalui pembinaan rohani yang dilakukan, anak-anak diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta membangun semangat hidup yang penuh pengharapan.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Daminta Berutu mengangkat tema tentang keteguhan iman berdasarkan Ayub 23:10, yang berbunyi, “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Firman tersebut menjadi pesan penguatan bagi anak-anak panti agar tetap percaya bahwa setiap tantangan hidup merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang berharga di hadapan Tuhan.
Dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh, Daminta mengajak anak-anak untuk memahami bahwa setiap pengalaman hidup, termasuk berbagai kesulitan yang mereka hadapi, tidak akan pernah terlepas dari penyertaan Tuhan. Ia menegaskan bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik bagi setiap anak dan akan menuntun mereka menuju masa depan yang penuh harapan.
“Melalui firman Tuhan dari Ayub 23:10, kami ingin menanamkan keyakinan kepada anak-anak bahwa setiap proses kehidupan yang mereka jalani memiliki tujuan yang baik. Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka, tetapi sedang membentuk mereka menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan berpengharapan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat serta memperkuat iman mereka dalam menghadapi masa depan,” ujar Daminta.
Ia menambahkan bahwa kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan panti asuhan, merupakan bagian dari tugas pembinaan dan pelayanan keagamaan yang bertujuan memberikan pendampingan spiritual secara langsung kepada kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian dan penguatan mental keagamaan.
Menurutnya, pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri, ketahanan mental, serta optimisme anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Anak-anak perlu diyakinkan bahwa mereka memiliki masa depan yang cerah. Melalui pembinaan rohani, kami berupaya menumbuhkan semangat, karakter yang baik, dan kepercayaan bahwa Tuhan senantiasa menyertai langkah mereka,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Selain mendengarkan firman Tuhan, anak-anak juga mengikuti doa bersama dan sesi dialog interaktif. Dalam suasana yang akrab, mereka diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan harapan, serta mengungkapkan berbagai hal yang menjadi pergumulan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengurus Panti Asuhan Ora Et Labora menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta kepedulian Kemenag Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan bagi anak-anak panti. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam membangun karakter dan memperkuat mental spiritual anak-anak binaan.
Melalui kegiatan pendampingan rohani ini, Kemenag Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda yang beriman, mandiri, dan penuh harapan.

