PAI KUA Medan Denai Kupas Hikmah dan Kemuliaan Hari ‘Asyura

Medan (Humas) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat serta memperkuat pembinaan keluarga sakinah, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah bersama Majelis Taklim Harapan Qalbu. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ibu Asiah, Jalan Keramat Indah Gang Masjid Nomor 37, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah Majelis Taklim Harapan Qalbu itu berlangsung dalam suasana hangat, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Acara diawali dengan pembukaan oleh Sukiyem selaku protokol, dilanjutkan sambutan Ketua Majelis Taklim Harapan Qalbu, Malini Barubara, yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi KUA Kecamatan Medan Denai dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Islam yang terus membimbing dan memberikan pencerahan kepada jamaah. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat,” ujar Malini Barubara.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan tausiyah bertema “Ada Apa dengan Hari ‘Asyura?”. Dalam pemaparannya, ia mengajak jamaah untuk memahami sejarah, keutamaan, serta hikmah yang terkandung dalam Hari ‘Asyura yang diperingati setiap tanggal 10 Muharram.

Menurutnya, Hari ‘Asyura merupakan salah satu hari yang memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat besar dalam perjalanan umat manusia. Berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan para nabi diyakini terjadi pada hari tersebut, sehingga menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak rasa syukur dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Hari ‘Asyura mengajarkan kepada kita tentang besarnya pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Dari berbagai peristiwa yang terjadi pada hari tersebut, kita dapat mengambil pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, keteguhan iman, dan pentingnya selalu berharap kepada rahmat Allah SWT,” jelas Khoiruz Zaman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, terutama pada Hari ‘Asyura, sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Momentum Hari ‘Asyura hendaknya tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama,” tambahnya.

Dalam tausiyah tersebut, Khoiruz Zaman juga mengulas sejumlah amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan Hari ‘Asyura, seperti melaksanakan puasa sunnah, bersedekah, menyantuni anak yatim, menjenguk orang sakit, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperluas nafkah bagi keluarga sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.

Selain itu, jamaah diajak mengenal tradisi Bubur ‘Asyura yang berkembang di tengah masyarakat Muslim sebagai simbol rasa syukur atas nikmat dan keselamatan yang diberikan Allah SWT. Tradisi tersebut dinilai memiliki nilai kebersamaan dan dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah apabila dilaksanakan dengan pemahaman yang benar.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari jamaah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait amalan-amalan di bulan Muharram serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang jamaah, Hj. Halimah, mengaku memperoleh banyak manfaat dari materi yang disampaikan.

“Kajian ini sangat menambah pengetahuan kami tentang keutamaan Hari ‘Asyura dan amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Muharram. Penyampaiannya mudah dipahami dan memberikan motivasi kepada kami untuk meningkatkan ibadah serta kepedulian kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat.

Melalui kegiatan Bimluh Keluarga Sakinah yang dilaksanakan secara rutin, KUA Kecamatan Medan Denai terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *