Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Medan Dorong Guru Terus Berinovasi dalam Pembelajaran Digital

Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar Kementerian Agama Kota Medan, Lidia Rayani Pinem, melaksanakan monitoring proses belajar mengajar (PBM) di SDS Santo Ignatius Medan Johor, Jalan Karya Wisata No. 6, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (24/09/2026). Kegiatan monitoring tersebut difokuskan pada penerapan pembelajaran digital bagi guru Pendidikan Agama Katolik sekaligus mendorong peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, Lidia Rayani Pinem berdiskusi dan berbagi bersama kepala sekolah mengenai penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang menarik, kreatif, dan mampu memacu minat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.

“Guru harus terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi agar pembelajaran semakin menarik dan dapat meningkatkan minat belajar siswa,” ujar Lidia Rayani Pinem.

Selain penerapan pembelajaran digital, monitoring juga melihat penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di SDS Santo Ignatius Medan Johor. Salah satu pembiasaan yang dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi selama lima menit setiap pukul 10.30 dan pada akhir kegiatan pembelajaran setiap hari. Kegiatan tersebut dilakukan dalam suasana hening agar siswa dapat mengendapkan dan memahami kembali pelajaran yang telah diterima.

Dalam kegiatan refleksi tersebut, siswa juga diwajibkan menuliskan hasil perenungan atau refleksinya setelah mengikuti pembelajaran. Kebiasaan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan sikap tenang, kesadaran diri, kemampuan mengevaluasi pengalaman belajar, serta menghayati nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembelajaran.

Melalui monitoring ini, diharapkan sinergi antara pengawas, kepala sekolah, dan guru Pendidikan Agama Katolik semakin kuat dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap mengedepankan pembentukan karakter. Penerapan digital yang diiringi kegiatan refleksi menjadi langkah positif SDS Santo Ignatius Medan Johor dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan pribadi siswa yang berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *