Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Medan Laksanakan KKG, Bahas Penyusunan Soal Berbasis Pembelajaran Mendalam

Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar (SD) Kementerian Agama Kota Medan, Lidia Rayani Pinem, mengadakan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) pada Rabu (4/11/2026), bertempat di UPT SD Negeri 060934 Medan, Jalan Luku II, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Katolik, khususnya dalam mempersiapkan perangkat evaluasi pembelajaran.

Dalam kegiatan KKG tersebut, para guru membahas penyusunan soal berbasis kurikulum Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai persiapan menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Pembahasan difokuskan pada penyusunan soal yang tidak hanya mengukur kemampuan mengingat peserta didik, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, pemahaman, kreativitas, serta penerapan nilai-nilai pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai narasumber, hadir Ondo Radius Prawiro Simbolon, yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Katolik di bawah pengawasan Lidia Rayani Pinem. Dalam pemaparannya, Ondo memberikan penjelasan dan pendampingan kepada para guru mengenai prinsip-prinsip penyusunan soal yang sesuai dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Ia juga mengajak para guru untuk menyusun instrumen penilaian secara kreatif, terarah, dan sesuai dengan capaian pembelajaran.

Lidia Rayani Pinem dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan KKG merupakan wadah penting bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan pengetahuan, serta mengembangkan kemampuan profesional dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. “Melalui kegiatan KKG ini, saya berharap para guru semakin memahami penyusunan soal berbasis Pembelajaran Mendalam sehingga mampu menghasilkan penilaian yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ungkap Lidia.

Sementara itu, Ondo Radius Prawiro Simbolon menyampaikan bahwa penyusunan soal harus dirancang dengan memperhatikan kemampuan dan karakteristik peserta didik. “Guru hendaknya tidak hanya membuat soal untuk mengukur hafalan, tetapi juga mampu menggali pemahaman, penalaran, dan penerapan nilai-nilai yang telah dipelajari peserta didik,” ujar Ondo. Melalui kegiatan KKG ini, diharapkan para guru Pendidikan Agama Katolik semakin siap melaksanakan Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 serta terus meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *