Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Ricardo Simamora dari Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada para calon Pelayan Luar Biasa Komuni Suci (PLBKS) di Aula Paroki St. Fransiskus Xaverius Simalingkar B, Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai etika dan moral Gereja Katolik sebagai dasar dalam pelayanan liturgi.
Dalam kegiatan tersebut, Ricardo Simamora menyampaikan bahwa etika dan moral Katolik berakar pada keyakinan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Oleh karena itu, setiap individu memiliki martabat luhur yang menuntut tindakan yang sadar, bebas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman mengenai unsur-unsur moral dalam setiap perbuatan manusia, seperti pengetahuan, kehendak bebas, objek moral, tujuan, serta keadaan yang memengaruhi nilai suatu tindakan. Penjelasan ini menjadi dasar penting agar calon PLBKS mampu membedakan tindakan yang baik dan benar sesuai ajaran Gereja.
Selain itu, materi juga membahas dinamika dosa dan tanggung jawab moral. Dijelaskan bahwa dosa merupakan pelanggaran terhadap kebenaran dan hukum Allah, yang terbagi menjadi dosa berat dan dosa ringan. Para peserta diharapkan mampu memahami konsekuensi moral dari setiap tindakan serta pentingnya menjaga kehidupan rohani.
Tidak hanya itu, penyuluhan juga menekankan pembentukan karakter melalui keutamaan, baik keutamaan kardinal seperti kebijaksanaan, keadilan, keteguhan hati, dan penguasaan diri, maupun keutamaan teologal yaitu iman, harapan, dan kasih. Keutamaan-keutamaan ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan pelayanan sebagai PLBKS.
Ricardo Simamora menegaskan pentingnya integritas dan spiritualitas dalam pelayanan. “Pelayanan sebagai PLBKS bukan sekadar tugas, tetapi panggilan iman yang harus dijalankan dengan kasih, tanggung jawab, dan keteladanan,” ujarnya singkat. Dengan penyuluhan ini, diharapkan para calon PLBKS mampu menjadi pelayan yang tidak hanya memahami tugas liturgi, tetapi juga menjadi saksi hidup nilai-nilai Kristiani di tengah masyarakat.

