Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan Berikan Penguatan Iman bagi Pasien di RS Santa Elisabeth

Medan (Humas). Para penyuluh agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan rohani bagi para pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth, yang beralamat di Jl. H. Misbah No.7, Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, pada hari Senin (13/04/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh para penyuluh agama Katolik yakni Demaran Sigiro, S.Fil., Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Zetra Hail Saragih, S.Fil., serta Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil.. Dalam kegiatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang memimpin doa pembuka, Zetra Hail Saragih mengiringi jalannya kegiatan dengan musik gitar yang menambah suasana penghiburan rohani, sedangkan Hekdi Jojada Sinaga memimpin doa penutup.

Dalam penyuluhan tersebut, para penyuluh menyampaikan pesan rohani bahwa dalam situasi sakit dan perawatan di rumah sakit, setiap orang diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan yang penuh kasih dan penyembuhan. Penyakit sering membawa rasa cemas, takut, dan lemah, namun iman menjadi sumber kekuatan untuk tetap tegar dalam menghadapi setiap proses perawatan.

Disampaikan pula bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan dalam penderitaan sekalipun. Melalui doa dan pengharapan yang teguh, umat diyakini akan memperoleh kekuatan, penghiburan, serta kesembuhan sesuai kehendak Tuhan. Dalam kesempatan itu juga didoakan agar para tenaga medis senantiasa diberkati dalam tugas pelayanan mereka sehingga dapat menjadi saluran berkat bagi para pasien.

Demaran Sigiro, S.Fil. dalam kesempatan tersebut menyampaikan, “Dalam sakit pun Tuhan tetap hadir, menguatkan dan memberi harapan bagi kita semua.” Ia juga mengutip Kitab Suci Matius 7:7 sebagai pengingat untuk terus berdoa, mencari, dan mengetuk dalam iman kepada Tuhan.

Kegiatan penyuluhan semakin hangat dengan penampilan lagu rohani berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan” yang dibawakan oleh para penyuluh. Iringan musik gitar oleh Zetra Hail Saragih menambah suasana haru dan penghiburan, sehingga para pasien tampak terhibur, dikuatkan, dan menyampaikan rasa syukur atas perhatian serta pelayanan rohani yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *