Medan (Humas) – Semangat kebersamaan, kekompakan, dan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama tercermin dalam keikutsertaan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan pada Lomba Mars Fahmi Ummi yang digelar pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antarsesama penyuluh sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Dengan penuh antusias, para penyuluh agama menampilkan Mars Fahmi Ummi secara kompak dan penuh penghayatan. Penampilan yang sarat semangat itu mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, yang memberikan penghargaan sebagai bentuk dukungan atas partisipasi serta kekompakan yang ditunjukkan para peserta selama perlombaan berlangsung.
Bagi para penyuluh agama, keikutsertaan dalam lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan meraih penghargaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, membangun kekompakan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap institusi. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi energi positif dalam menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Nita Lamongga, mengatakan bahwa penghargaan yang diterima merupakan buah dari kerja sama, semangat, dan kekompakan seluruh peserta. Menurutnya, setiap kegiatan yang dilakukan bersama menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarsesama penyuluh sekaligus memperkuat komitmen dalam mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat.
“Kami mengikuti Lomba Mars Fahmi Ummi dengan penuh semangat dan rasa syukur. Apresiasi yang diberikan oleh Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan dedikasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui tugas sebagai penyuluh agama,” ujar Nita Lamongga.
Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi yang terbangun selama mengikuti perlombaan harus terus dipelihara dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra pembinaan yang mampu memberikan pencerahan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta solusi atas berbagai persoalan umat.
Keikutsertaan dalam Lomba Mars Fahmi Ummi menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan merupakan salah satu modal penting dalam membangun pelayanan yang berkualitas. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap seluruh penyuluh agama semakin termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

