Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Ajak Jamaah SAMARA Manfaatkan Momentum Rashdul Kiblat

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan dakwah pada Pengajian Samara yang dilaksanakan di kediaman H. Rukani, Jalan Mustafa Gang Lama No. 09/12, Kelurahan Glugur Darat I, Kota Medan, Minggu, 12 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Paidi mengangkat tema Rashdul Kiblat, yakni fenomena alam yang dapat dimanfaatkan umat Islam untuk memastikan ketepatan arah kiblat.

Kegiatan diawali dengan sambutan tuan rumah sekaligus Ketua Pengajian Samara, Rukani, yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur karena masih diberi keistiqamahan menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, waktu libur hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, bukan hanya untuk bersenang-senang. Ia berharap semangat menghadiri pengajian terus terjaga sehingga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ceramahnya, Paidi menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat merupakan fenomena ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara akurat. Untuk tahun 2026, fenomena tersebut terjadi pada 15 dan 16 Juli tepat pukul 16.27 WIB, sehingga menjadi kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk mengecek kembali arah kiblat di rumah maupun masjid.

Paidi menegaskan bahwa menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat sebagai ikhtiar untuk memastikan arah kiblat yang digunakan telah sesuai.
“Rashdul Kiblat adalah momentum yang sangat tepat untuk memastikan arah kiblat kita sudah benar. Karena menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah salat, maka manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya agar ibadah kita semakin sempurna,” ujar Paidi. Penjelasan tersebut diperkuat dengan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 150 yang memerintahkan kaum muslimin untuk menghadapkan wajah ke arah Masjidil Haram ketika melaksanakan salat.

Agar lebih mudah dipahami, Paidi juga memperagakan tata cara menentukan arah kiblat saat Rashdul Kiblat berlangsung. Ia menggunakan alat sederhana berupa lot atau benang yang diberi pemberat dari besi untuk menghasilkan garis tegak lurus. Dari bayangan benang tersebut, jamaah dapat mengetahui arah kiblat secara praktis dan akurat tanpa memerlukan peralatan yang rumit.

Kegiatan dakwah Pengajian Samara ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat sebagai cara ilmiah dan syar’i untuk memverifikasi arah kiblat. Melalui penyampaian materi dan praktik langsung, jamaah memperoleh pemahaman yang lebih baik sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi meningkatkan kualitas ibadah(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *